[BTS] Jungkook Si Pemula

jung

WARNING !!!

Imajinasi tingkat dewa

.

.

.

“Noona, kau pasti sudah gila!”

Jungkook tiba-tiba menerobos masuk ke ruanganku sambil berteriak. Aku mendesis. Justru kelakuannya yang mirip orang kurang waras. Bocah ini tidak tahu tatakrama sekali. Memangnya sekolah kenamaan dengan seragam kuning itu tidak mengajarkan hal lain pada muridnya selain metode untuk menjadi artis apa?

“Yak! Noona!”

Sebagai gerakan protes akan kediamanku, Jungkook menutup laptopku tanpa perasaan. Ih, bocah kecil ini sungguh keterlaluan.

“Apa, sih?” tanyaku gemas, mati-matian menahan diri untuk tidak menjewer kupingnya atau menoyor kepalanya yang pasti sekeras batu. Bisa-bisa aku didakwa atas tuduhan tidak ‘berperikeJungkookan’ dan mati muda di tangan fans boygroup Anti Peluru nanti.

Noona ini bagaimana, katanya akan melibatkanku dalam cerita dengan rating remaja tapi buktinya. . .ini sih no children! No children!” Jungkook menaruh beberapa lembar kertas A4 di atas meja kerja lalu menyilangkan tangannya membentuk tanda X yang besar. “Aku tidak mau melakukannya.”

Aku duduk di atas meja lalu melipat tangan di depan dada. “Kamu pernah nonton drama gak, sih? Cerita dengan tema percintaan anak SMA suka ada adegan kissing-nya, kok. Bahkan dalam salah satu film Jepang yang pernah ku lihat, murid sekolah menengah bisa melakukan hal lain yang lebiiiiiiiih dari sekedar ciuman. Lagipula, usia kalian berdua sudah memasuki 17 tahun berdasarkan perhitungan Korea. Kalian sudah memenuhi standar untuk melakukan adegan itu.”

Jungkook menggeleng. “Tetap saja, aku tidak mau. Reputasiku sebagai magnae paling polos, imut, lucu, dan menggemaskan di jajaran hallyu bisa rusak nanti.”

Anak ini percaya diri sekali.

“Ya sudah, aku akan memberikannya pada Bambam saja. Dia jauh lebih mudah diajak bekerja sama dan –oh- kau benar. Kau terlalu lembek untuk adegan itu, kalau Bambam kan lebih manly, dia akan jadi aktor yang sangat pas untuk ceritaku dan tentu akan terlihat sangat serasi dengan gadis secantik Shannon,” ujarku sembari mengambil naskah yang ditelantarkan Jungkook.

Jungkook merebut kertas dariku lalu menyembunyikannya di balik punggung seperti seorang anak kecil.

“Aku mau! Aku akan melakukannya!”

Aku tertawa dalam hati. Taktik begini memang selalu berhasil pada Jungkook. Tinggal menyebut nama Bambam dan aku mendapatkan apa yang ku mau.

“Tapi. . .adegan itu,” Jungkook menggumam.

“Apa? Kau mau itu dihapus? Ya sudah, berikan saja naskah itu pada Bambam!”

Tanganku bergerak cepat ke balik punggung Jungkook namun pemuda itu berkelit dengan gesit.

“Bukan!” Jungkook menunduk. “Masalahnya aku belum pernah melakukan itu, aku takut.”

OH MY GOD! IS IT REAL?!

Seorang pemuda setampan, semanis, seimut Jungkook–oke, aku akui semua keunggulannya itu-, belum pernah melakukannya?!

“Jadi, bisakah adegan itu dipertimbangkan kembali?” Jungkook memelas. Memasang jurus aegyo yang ia miliki.

Dia berusaha mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan memanfaatkan keterkejutanku rupanya. Namun aku tak akan mudah goyah. Tak akan ku biarkan seorang pun merubah naskah yang sudah ku buat susah payah.

“Jadi. . .kau benar-benar belum pernah melakukan itu? Kau pasti belum tahu cara melakukannya,” aku berpura-pura prihatin.

Jungkook mengangguk dengan keimutan yang dibuat-buat. Namun bukan diriku tentunya jika berhenti mempertahankan ide cerita hanya karena aegyo.

Perlahan, aku bergerak mendekatinya. Jungkook tampak terkejut, ia mundur beberapa senti berupaya untuk membuat jarak.

“Kalau begitu. . .haruskah aku memberimu kesempatan untuk berlatih?”

Mata Jungkook melebar. Telapak tangannya ia gunakan untuk menutupi mulut dengan segera. Setelah itu, ia menggeleng kuat-kuat.

“Tidak perlu! Aku pasti bisa melakukannya! Selamat siang!”

Jungkook membungkuk lalu meninggalkan ruanganku dengan cepat. Wajahnya pucat seperti habis melihat hantu. Langkahnya pun terlihat gemetar. Sementara itu, aku malah tergelak dengan puas lalu membuka laci meja dan mengambil sebuah notes kecil dari dalam sana.

The End of Our Friendship. Approved.

***

Ceritanya sih ini dibuat untuk meluruskan imej Jungkook setelah ff The End of Our Friendhip. Tapi sekarang jadinya malah reputasi aku sendiri yang pecah berkeping-keping lalu diinjak gajah sampai bubuk dan menjadi butiran debu !!!

GUE JADI KAYAK TANTE GIRANG DI SINIIIIII !!!!!!!!!!!

AHSAFJHDFWGWFJGD

Dan apa sih iniiiiiii sok-sok an mau ngajarin Jungkook. Aku gak tahu apa-apa sumpah, aku juga sepolos dan semurni Jungkook kok 😦 T_T

Iklan

4 pemikiran pada “[BTS] Jungkook Si Pemula

    • Hahaha cuma pengen jailin Jungkook aja sebenarnya XD
      Sekalian ‘memaksa’ dia buat menerima dengan segala kelapangan jiwa atas semua adegan yang harus dia perankan kekeke
      Karena jelas Jungkook akan lebih memilih Shannon to be his first kiss 😎

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s