[BTS] Baekhyun yang iri dan Kyungsoo yang sensitif

tumblr_mxot5neHXt1qi4r54o2_500

WARNING !!!

Imajinasi tingkat Dewa

.

.

.

Kelima orang pemuda itu duduk melingkar dengan khidmat. Masing-masing dari mereka membawa lembaran naskah yang tampak kusut. Bagus sekali, sepertinya mereka sudah membaca naskah itu sampai selesai.

“Bagaimana? Apa ada bagian yang tidak kalian pahami atau mungkin masih kurang jelas?”

Suho menggeleng. “Tidak. Ini cukup mudah dimengerti.”

Aku membalas senyuman Suho. Pria yang satu ini memang benar-benar menawan. Tidak hanya wajahnya saja yang tampan, perilakunya juga begitu rupawan. Tidak salah ia mendapat julukan guardian angel.

Satu per satu dari mereka, aku perhatikan lamat-lamat. Baekhyun, membuka kembali naskahnya dengan serius. D.O duduk tenang sambil membolak-balik lembaran naskah. Sehun juga sama, ia diam dan berlagak membaca. Sementara Tao, pemuda keturunan Cina itu sama sekali tidak melakukan apapun. Aku bahkan tak yakin jika dia sudah mengerti jalan ceritanya.

“Omong-omong, Xiumin mana?” tanyaku setelah menyadari ada yang kurang.

“Oh, dia tidak bisa datang. . .”

“Tidak mau datang, tepatnya,” Baekhyun memotong penjelasan Suho. “Karena dia hanya menjadi cameo yang muncul sekali di bagian akhir. Selain itu yang perlu dia lakukan cuma menerobos masuk ke kamar orang lalu berbaring di atas kasur sambil mengucapkan dialog yang terdiri atas dua kalimat saja. Dia tak perlu buang-buang waktu melakukan briefing hanya untuk adegan semudah itu, kan?”

Terlepas dari tubuhnya yang tergolong kecil dan wajah manis seperti bayi, Baekhyun memiliki lidah yang cukup tajam. Pantas saja Kim Heechul mencium kening Baekhyun dalam sebuah foto. Pemuda ini memang cocok sekali untuk dijadikan penerusnya.

“Wah, Baekhyun kau pasti sudah hapal betul dengan jalan ceritanya,” pujian penuh sarkasme sengaja ku lontarkan untuk membalasnya. “Yang lain bagaimana? Ada masalah?” aku berkelit, menyelamatkan diri dari Baekhyun.

“Hmm, jadi ceritanya Sehun lebih tampan dariku, ya?” Tao bertanya dengan hati-hati.

“Ya. . .begitulah,” aku menjawab kaku.

“Tapi, rasanya aku lebih tampan. Tinggi badanku bahkan sudah melampauinya sekarang.”

“Bicara tentang hal itu, aku juga harus mengakui ketampanan Sehun. Di sini ada adegan dimana aku membawa Sehun ke depan cermin dan mengatakan itu padanya,” Suho menggumam.

Ketampanan sepertinya topik yang sensitif untuk boygroup ini. Bahkan Suho yang terkenal dewasa dan penyabar bak dewa sampai protes meski tidak frontal.

Baekhyun membuka halaman kedua. “Isi naskah buatannya memang pujian untuk Sehun semua. Di sini dikatakan kalau Sehun itu pintar dalam fisika.”

Belum sempat membantah, Baekhyun sudah memberikan tambahan. “Tidak hanya dalam cerita ini saja, dalam cerita lain yang Sehun perankan dengan Kai diceritakan bahwa Sehun gagal menjadi mak comblang untuk Kai karena gadis yang ditaksir Kai malah menyukai Sehun. Dia bahkan menegaskan lewat sebuah testimoni: ‘dengan wajahnya itu Sehun tidak akan pernah berhasil menjadi mak comblang’.”

Baekhyun melipat kedua tangannya dengan arogan. Gayanya seperti hakim yang membeberkan dosa-dosa terdakwa.

“Aku harus memakai sandal favoritku?” Sehun tiba-tiba saja bertanya. Ia seperti pengacara berkuda putih yang tiba-tiba datang untuk menyelamatkanku dari bulan-bulanan Baekhyun.

Aku mengangguk semangat. “Tidak masalah kan kau memakainya untuk ini?”

“Tentu,” Sehun menjawab tenang.

“Tuh kan, dia bahkan menanggapi Sehun dengan manis sementara kita semua diabaikan,” seru Baekhyun.

“Hei, aku tidak mengabaikanmu!”

“Dia marah,” ujar Tao pelan. Kursinya bergeser mendekat pada D.O.

“Tunggu Tao, aku tidak marah,” aku menggeleng-geleng pada Tao.

“Kau seharusnya bertindak adil sebagai scriptwriter,” keluh Baekhyun.

Aku menarik napas dan menatap mereka semua. “Aku sudah bertindak seadil mungkin. Kalian semua pernah ku jadikan sebagai tokoh utama dalam ceritaku.”

“Aku belum pernah,” Tao cepat menyela.

“Sudah ku buat tapi kau sendiri yang membatalkannya gara-gara di cerita itu kau harus bertemu hantu.”

Tao terdiam dan menunduk dengan sedih.

“Suho ku jadikan sebagai pria yang sangat maskulin dan dewasa dalam This is Love. D.O menjadi seorang koki terkenal yang lembut dan melamar pacarnya dengan romantis dalam A Box of Memories. Lalu Tao, aku akan segera membuatkan cerita baru untukmu. . .” ujarku membuat Tao kegirangan dan pamer heboh pada D.O.

“Ya, dan kau menjadikanku sebagai tukang selingkuh dalam Autumn Dusk juga seorang pemuda bodoh dalam Baekhyunobi,” Baekhyun kembali memulai perang.

“Maumu apa sih, Baek?” aku mulai kesal.

“Kau seharusnya jangan condong pada satu pihak.”

“Aku tidak begitu!”

“Kau begitu! Akan ku perlihatkan buktinya,” Baekhyun membuka naskah Cold War kembali. “Di sini Sehun diceritakan sebagai pemuda tampan dan pintar. Sementara aku, menjadi seorang anak yang gemar menyusup ke asrama anak perempuan. Aku bahkan tidak memiliki tampang mesum. Kenapa kau menjadikanku seperti itu?”

“Entahlah, itu terpikir begitu saja,” aku menjawab enteng.

“Kau menjadikan Tao dan Suho-hyung mengakui ketampanan Sehun. Lalu dalam adegan dimana Sehun dan Tao berbaikan, kau menyelipkan ejekan untukku dan D.O.”

D.O yang awalnya diam dan tak mau ikut campur dalam perdebatanku dan Baekhyun, terpengaruh setelah mendengar namanya disebut.

“Baekhyun si bebek berisik dan Kyungsoo yang sensitif,” Baekhyun membaca keras.

D.O ikut sibuk membuka naskah yang ia pegang. Ia buka di halaman yang sama dengan yang Baekhyun lihat saat ini.

“Aku? Sensitif?” Mata bulat D.O terfokus padaku. “Sensitif bagaimana maksudmu? Dari tadi aku bahkan terus diam dan tidak protes dengan peran yang kau berikan. Aku tidak sensitif. Ketika Baekhyun terus menyerangmu, aku juga tidak ikut-ikutan. Sekali pun dalam naskahmu aku menjadi anak yang gemar membawa cemilan meski sebenarnya tidak karena itu tidak sehat, aku tidak melawan. Dalam cerita sebelumnya juga kau menjadikanku sebagai anak yang hobi membaca komik Doraemon dan aku tidak menolak. Padahal meski aku otaku, aku tidak suka dengan Doraemon. Lalu kenapa sekarang kau menyebutku sensitif? Aku kan tidak sensitif.”

See? Dia sampai mengomel panjang lebar begitu. Itu artinya dia memang sensitif.

“Itu. . . kau sampai tersinggung begitu. . .” aku menanggapi D.O dengan takut.

“Aku tidak tersinggung,” elak D.O. “Aku hanya heran. Kenapa tiba-tiba saja kau menyebutku sensitif sementara kenyataannya tidak?”

Baekhyun tertawa dengan puas. Dia jelas tahu kalau aku tidak akan sangggup meladeni ‘kesensitifan’ D.O.

Jadi kalau boleh aku menyarankan, jangan singgung masalah ketampanan dengan para member EXO. Jangan membuat Baekhyun iri. Dan yang terpenting jangan memanggil D.O dengan sebutan sensitif.

.

.

Ini adalah puncak imajinasi tertinggiku yang sangat absurd wkwkwk

Jadi ini ceritanya terjadi setelah naskah Cold War selesai dibuat dan ditunjukkan pada mereka berlima hihi

Iklan

4 pemikiran pada “[BTS] Baekhyun yang iri dan Kyungsoo yang sensitif

  1. MWOYAAAAAAAA 😂
    Aku setuju dengan mereka. Terutama Do Dyo 😜
    Cuma Sehun yg perannya bagus-bagus terus. It’s not suprising coz he’s your bias anyway 😁
    Yang paling aku suka peran Sehun di Chemical Love Story. D.O di A Box of Memories dan ff Lay. Tapi aku juga suka dengan semua ff mu. Keep writing. Fighting!!!!
    Tapi kenapa rasanya kok judul sama isinya gak nyambung sih?✌

    Suka

    • Judul emang ga niat 😝
      Bisa dilihat dari cara penulisannya yang bahkan ga sesuai kaidah 😁
      Judul itu sendiri dipilih karena orang2 yg ‘menyerang’ku dengan telak adalah BaekSoo. Dimana Baek begitu karena dia iri dengan peran bagus yang kerap didapatkan Sehun. Lalu D.o, disini dijelaskan kenapa aku menyebutnya sensitif. D.o ini sepengamatanku org nya pendiam tapi ketika ada satu hal kecil yang mengganggunya he will take it seriously dan bakalan ngoceh ga berhenti. Dia akan terus mempertanyakan perihal itu berulang ulang.
      Nah makanya judulnya jadi begitu 😆

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s