The End of Our Friendship

ec0e40d0d28811e2a84322000aa80627_6

Jungkook BTS

Shannon William

Friendship Romance | Vignette | PG-17

.

Ini sebuah rahasia yang bahkan sahabat pun tidak boleh mengetahuinya.

.

“Hei!”

Jungkook terhenyak ketika tiba-tiba saja Shannon menepuk kasar pundaknya dari belakang disertai pekikan yang lumayan keras. Bahkan, ia sampai melepaskan buku gambar yang tadi berada dalam pangkuannya hingga terjatuh di atas rerumputan.

“Shan. . .”

Rajukan Jungkook ditanggapi Shannon dengan tawa kecil. Gadis dengan nama belakang William itu kemudian membungkukkan badan hendak mengambilkan buku gambar Jungkook sebagai permintaan maaf atas kejahilannya, tapi niat baiknya ini malah terhalang oleh Jungkook sendiri.

Lengan panjang Jungkook menyambar buku tadi sebelum Shannon sempat meraihnya. Pemuda itu kemudian mendekap erat kumpulan sketsanya, mengamankannya dari Shannon.

Shannon melesakkan tubuhnya di atas bangku taman, mengambil tempat di sebelah Jungkook. Ia melipat kedua tangan di depan dada, berakting marah atas tindakan Jungkook barusan. Bukan sekali dua kali ia diperlakukan seperti tadi, Jungkook selalu menjauhkan buku gambar itu dari jangkauan Shannon seolah Shannon adalah seorang kriminal yang dapat mengancam ‘kelangsungan hidup’ benda berharganya.

“Kenapa kamu di sini? Bukannya klub teater sedang berlatih untuk drama akhir tahun?” Jungkook memulai percakapan untuk mencairkan suasana.

“Jangan menghindar dari permasalahan deh,” Shannon mencicit.

“Menghindar dari permasalahan bagaimana? Kita bahkan belum membicarakan apapun.”

“Alibi.” Shannon mendengus. Jelas-jelas Jungkook menghindari Shannon yang sudah pasti akan mengungkit masalah Jungkook dengan buku gambar kesayangannya.

“Aku sudah pernah bilang kan, ini rahasia.” Jungkook menunjuk bukunya dengan jelas.

“Kita kan bersahabat! Sahabat itu seharusnya bisa berbagi rahasia.”

Tangan Jungkook memainkan rambut di puncak kepala Shannon dengan lembut. “Ini rahasia yang bahkan seorang sahabat pun tidak boleh mengetahuinya.”

Selesai berkata begitu, Jungkook merapikan tempat pensil dan buku sketsa yang ia bawa, bersiap untuk kembali ke ruang seni dan menemui teman-teman yang memiliki hobi serupa dengannya.

Pemuda itu baru saja akan pergi ketika Shannon mengajukan sebuah pertanyaan. “Kook-ie, kamu melukis orang yang kamu suka, ya?”

***

Sore itu Shannon pulang sendirian sehabis berlatih untuk pertunjukkan drama yang akan diadakan dua minggu lagi. Shannon memutuskan untuk mampir dulu ke ruang seni. Siapa tahu Jungkook masih di sana dan mereka bisa pulang bersama. Sayangnya, ruangan tersebut ternyata sudah kosong. Tak ada seorang pun di tempat itu. Shannon mendesah dan memutuskan untuk pergi tapi sesuatu membuatnya urung.

Shannon mendekat ke jendela untuk memperjelas penglihatannya. Sebuah buku gambar dengan cover bergambar sunset yang sangat ia kenal tergeletak di atas salah satu meja. Gadis itu menggumam: itu kan punya Jungkook.

Seminggu telah terlewati sejak kejadian di taman sekolah waktu itu. Shannon mulai mengurangi obsesinya atas rahasia yang Jungkook sembunyikan. Ia bahkan bertingkah tak peduli setiap melihat Jungkook membawa buku rahasianya. Tapi rupanya meski begitu kurioritasnya belum hilang juga.

Suatu keberuntungan bagi Shannon karena pintu ruangan itu belum terkunci. Ia kemudian masuk ke dalam dan mengambil buku gambar Jungkook. Shannon menggigit bibir. Ia tak boleh melakukan ini. Semestinya, ia membiarkan Jungkook menyimpan rahasianya sendiri.

Shannon dilema. Namun akhirnya ia menyerah pada rasa penasaran. Baiklah, tak apa untuk sekali ini saja, pikir Shannon. Setelah itu Shannon berjanji akan menaruh buku itu di tempat semula dan tak akan pernah melihat atau mempertanyakannya lagi.

Perlahan, jemari Shannon mulai membuka lembar demi lembar sketsa yang digambar oleh Jungkook. Shannon tertegun. Setiap kertas itu berisi gambar seorang gadis yang dibuat dari berbagai angle.  Ekspresi modelnya pun sangat beragam. Jungkook pasti sering memerhatikan gadis itu diam-diam.

Sepenggal percakapan mereka seminggu lalu berkelebat dalam pikiran Shannon.

“Kook-ie, kamu melukis orang yang kamu suka, ya?”

“Ya, begitulah.”

Suara derit pintu membuat lamunan Shannon buyar. Gadis itu semakin kaget saat dilihatnya Jungkook berdiri di depan pintu kelas seni dengan dada naik turun. Sepertinya saat di jalan Jungkook sadar ada yang tertinggal lalu kembali ke sekolah sambil berlari.

Belum sempat Shannon menjelaskan, Jungkook sudah mengambil alih bukunya. Ia memasukkannya ke dalam tas dengan gerakan cepat.

“Sudah ku bilang kan, ini rahasia.” Jungkook berkata tegas tanpa melirik pada Shannon barang sedetik pun.

“Maaf,” Shannon memberanikan diri untuk merespon.

“Sudahlah, lupakan saja.”

“Tapi kamu menggambar -”

“Shannon!” Jungkook setengah membentak sehingga Shannon terbungkam. Belum pernah Jungkook bicara dengan nada tinggi padanya, gadis itu pasti terkejut. Jangankan Shannon, bahkan Jungkook saja kaget, ia sungguh tak sengaja.

“Anggap saja kamu tak pernah melihatnya,” suara Jungkook kali ini melunak.

Shannon tertunduk. Bagaimana mungkin ia berpura-pura tidak melihat? Bagaimana bisa ia lupa jika wajahnya sendirilah yang sudah memenuhi buku gambar itu?

Perlahan, Jungkook meraih lengan Shannon yang sedikit gemetar. Mungkin sedikit takut setelah Jungkook membentaknya tadi.

“Ayo, kita pulang. Ini sudah sore,” Jungkook memasang wajah ceria seolah semuanya berjalan normal tanpa masalah. Senyumnya terkembang dengan lebar tapi Shannon jelas tahu kalau itu sekedar sandiwara belaka.

Shannon menanam kakinya di atas keramik. Ia tak mau pergi sebelum mendapat penjelasan dari Jungkook. Jungkook menanggapinya dengan tenang.

“Tak usah dipikirkan. Aku baik-baik saja.”

Detik berikutnya, pemuda itu meletakkan tangan kanannya di atas kepala Shannon dan mengelusnya pelan. Gestur khas yang sedari dulu selalu Jungkook lakukan pada Shannon. Tak lupa pula, Jungkook menghadiahkan senyuman yang sama seperti yang biasa ia berikan sejak mereka mendeklarasikan diri sebagai sahabat.

Kini, Shannon mengerti. Alasan kenapa Jungkook menyembunyikan perasaannya, meminta Shannon mengabaikan kebenaran, dan berpura-pura tak terluka, semata-mata karena ia tak ingin merusak ikatan persahabatan mereka berdua. Namun bagi Shannon, persahabatan mereka memang sudah tak bisa dipertahankan lagi.

Dengan lembut, Shannon mengenyahkan tangan Jungkook. Kedua irisnya kemudian menatap lurus pemuda di hadapannya.

“Persahabatan kita harus berakhir, Jungkook. . .”

Tarikan pada sudut bibir Jungkook mengendur. Bentuk kurva pada mulutnya berganti menjadi sebuah garis yang kaku.

“. . Karena aku juga menyukaimu,” pungkas Shannon.

Dan sebuah kecupan di bibir Shannon, menutup kisah persahabatan keduanya dengan manis.

.

Saat laki-laki dan perempuan bersahabat, mereka berbagi segala rahasia.

Kecuali satu hal: perasaan cinta untuk satu sama lain.

 

END

Asajhshdgsdklmhehr!

Oke aku sampe speechless sendiri sama ff ini. Padahal castnya asal comot gitu aja *lagi*

Awalnya sempat mengira ff ini bakalan fail karena niatnya sih bakal dibikin jadi cerita lovey dovey anak SMA –sejenis sama ff Rainy Season yang castnya BambamYoojung itu- yang otomatis sangat ringan

Tapi di pertengahan –adegan Jungkook memergoki Shannon yang buka buku gambarnya- entah kenapa aku merasa kalo ini terlalu serius dan melenceng dari tema awal. Sehingga jadinya adegan itu bak drama yang menguras emosi. Apakah reader merasakannya? Well, buat aku pribadi sih adegan itu sangat membingungkan dan sampe harus diganti beberapa kali.

Dan untuk adegan terakhir hmmmmmm aku juga no comment >< Ga tau kenapa rasa-rasanya perlu menyelipkan adegan itu huhu. Tapi karena mereka sudah menginjak 17+ jadi ga masalah kan haha

Thanks to Jungkook, thanks to Shannon ❤

And BIG THANKS for you who read the story and left a comment ❤ ❤ :*

BONUS PICT

tumblr_nf2er7XuRf1tmlfggo1_500

Shannon William

330080-bangtan-boys-jungkook-53

Happy Jungkook

Dan. . .mau tahu gambar karya Jungkook yang ‘asli’?

1399339_730186366996628_476611515_o

INI ANAK GAK BISA MENGGAMBAR SAMA SEKALI SEBENARNYA XD

Iklan

4 pemikiran pada “The End of Our Friendship

  1. Asdfghjklzcvbnmqtyui 😮
    Endingnya no children itu XD
    De Jungkook belum ke’muka’an buat adegan nya. Apalagi serius, dia kan agak2 gimana gitu, anak-anak XD
    Jungkook is baby
    Ceritanya menarik, bahasanya mudah dipahami dan ringan. Suka suka…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s