[Chapter] Infection #1 : Penetration

9

Title : Infection #1 : Penetration | Scriptwriter : Songhyun

Main Cast : Seunghoon WINNER dan Jinwoo WINNER

Genre  : Romance, Childhood

Duration : Chaptered | Rating : Teen

.

Seunghoon baru genap enam tahun beberapa bulan lalu.

Tapi satu jenis virus asing telah berpenetrasi dan masuk ke dalam dirinya.

.

Seunghoon adalah anak kelas satu SD yang sangat tidak suka pelajaran seni rupa. Bukan berarti ia benci kesenian karena sejatinya bocah ini gemar bernyanyi dan meliuk-liukkan badan dalam iringan musik. Seunghoon sebenarnya hanya tidak suka repot. Ia tidak berminat pada pelajaran seni rupa yang selalu menuntutnya membuat prakarya, seperti menggambar dan membuat origami serta barang kerajinan dari tanah liat. Selain itu, Seunghoon harus bergaul dengan cat air dan tanah yang membuat tangannya kotor juga benda-benda berbahaya seperti gunting dan pisau.

Begitu pula hari ini.

Setiap murid di kelas berkutat dengan cat air dan beraneka macam buah, sayur, dan umbi-umbian. Mereka akan membuat motif yang menarik dari benda-benda itu. Ya, tidak terlalu sulit untuk ukuran anak kelas satu.

Seunghoon mengambil belimbing dari dalam tas. Buah yang sengaja ia pilih untuk menciptakan bentuk bintang yang menjadi favoritnya. Ini tak terlalu sulit. Seunghoon yakin ia bisa melakukannya. Hanya saja ada satu langkah yang dirasanya cukup berat: memotong belimbing itu.

Dengan pelan, Seunghoon mulai menggerakkan tangannya. Saking gugupnya, ia sampai menahan napas. Aku harus melakukannya dengan hati-hati, pikir Seunghoon. Pesan dari Ibu sebelum berangkat tadi kembali terngiang di telinganya.

Hati-hati saat menggunakan cutter ini.  Akan sangat berbahaya jika kau sampai terluka.”

Seunghoon juga ingat dengan apa yang pernah dikatakan Jinwoo hyung –mahasiswa kedokteran yang tinggal di kontrakan milik orang tuanya- beberapa waktu lalu. Luka bisa menimbulkan infeksi, tetanus, dan jika sudah begitu biasanya anggota tubuh yang terkena akan dipotong. Bahkan jika sudah parah bisa sampai merenggut nyawa. Seunghoon bergidik ngeri membayangkan semua itu.

Clek! Bagian ujung belimbing itu terjatuh. Seunghoon tersenyum lega setelah berhasil melakukannya. Ternyata menggunakan pisau cukup mudah.

Bentuk bintang kini sudah berhasil dibuat. Tapi setelah dilihat lagi ternyata ukurannya terlalu kecil. Seunghoon ingin bintang yang besar. Maka tangan anak itu mulai bergerak ke bagian tengah buah belimbing. Dengan penuh keyakinan, Seunghoon menggerakkan pisaunya kembali. Hingga kemudian –

“Seunghoon, caranya gimana, sih?”

Mino –teman sebangku Seunghoon- tiba-tiba saja mendekat untuk mengintip pekerjaan temannya. Membuat tangan Seunghoon terdorong sehingga belimbing itu terpotong tepat di tengah plus bonus jari kecil Seunghoon ikut tersayat. Seunghoon menatap jarinya dengan was-was. Satu detik, hanya terlihat sebuah goresan. Dua detik, titik-titik merah mulai terlihat. Tiga detik, cairan berwarna merah mulai menetes dari lukanya.

“Daraaaaah! Aku berdaraaaaah!” Seunghoon tiba-tiba saja berdiri dan berteriak keras. Mino sampai menjauh karena kaget. Semua anak di kelas otomatis menghentikan pekerjaan mereka dan menoleh pada Seunghoon.

“Seunghoon, kenapa? Apa kamu terluka?” Guru Kim segera mendekat setelah mendengar teriakan dari salah satu muridnya. Ia kini berlutut di depan Seunghoon, menyamakan ketinggian dengan anak enam tahun itu.

“Sini, biar Ibu lihat.”

Seunghoon menggeleng. “Tidak! Aku mau ke rumah sakit! Aku tidak mau mati!”

Suara tawa serentak terdengar dari seluruh penjuru kelas. Biar bagaimana pun ini lucu, itu hanyalah luka kecil sepanjang satu sentimeter dan Seunghoon mengira ia bisa mati karenanya. Sementara itu, Guru Kim tersenyum maklum. Seorang anak memang kerap bereaksi berlebihan seperti ini.

“Ibu bisa mengobatinya. Kemarilah tunjukkan lukanya,” Guru Kim tetap berusaha membujuk.

“Aku mau ke rumah sakit! Mino, bawa aku ke sana!” Kali ini Seunghoon menangis. Ia menarik-narik baju Mino, meminta pertolongan dari sang sahabat. Namun Mino sendiri malah membatu karena bingung.

Air mata Seunghoon mengalir semakin deras. Ia merasa begitu sakit hati. Di saat ia pikir hidupnya tengah di ujung tanduk, tak ada orang yang membantunya sama sekali.

Tiba-tiba saja Seunghoon merasa tangannya ditarik dengan lembut. Seunghoon yang kaget, secara refleks menghentikan tangisnya. Ketika ia membuka mata, tahu-tahu saja Jiyeon –salah satu teman Seunghoon- tengah menempelkan plester pada telunjuknya yang terluka.

“Dengan begini kau tidak akan mati,” ujar gadis kecil itu yang segera kembali ke kursinya setelah membuat Seunghoon membisu.

Seunghoon menatap sosok Jiyeon sambil sesenggukan. Ada yang berbeda dengan anak perempuan itu. Seunghoon dapat merasakannya meski tak bisa menyebutkan poinnya secara pasti. Padahal, secara penampilan tak ada yang berubah dari Jiyeon. Rambutnya dikucir kuda dengan hiasan pita merah jambu seperti hari sebelumnya. Poninya dipotong lurus hampir menyentuh alis. Mungkin ini hanya perasaan Seunghoon saja, tapi tampaknya gadis kecil itu terlihat begitu manis seperti plester bermotif Hello Kitty yang kini melingkar di jari telunjuk Seunghoon. Dan untuk alasan yang tak bisa Seunghoon jelaskan, jantungnya kini berdebar dengan kencang.

Seunghoon merasa cemas. Dulu ia pernah juga mengalami hal seperti ini saat ia naik bianglala di taman bermain. Tapi sekarang Seunghoon sedang di sekolah dan jelas ia tidak sedang naik bianglala. Jarinya hanya terluka sedikit. Anak laki-laki itu sungguh tak menduga jika akibatnya bisa sefatal ini. Ritme jantungnya belum kembali seperti semula dan semakin abnormal saat Seunghoon menatap plester yang menutupi lukanya.

Wajah Seunghoon memucat.

Apakah ini  gejala infeksi?

.

END

Reader: Tamat? Seriusan ini tamat?

Hahaha iya aku serius untuk Infection #1 : Penetration memang selesai di sini kekeke

Gantung? Iya memang XD karena –hmm- kejelasan nasib Seunghoon akan dilanjutkan di part lain. Inti dari chapter ini ya itu awal mula Seunghoon terinfeksi haha

Berikutnya thanks to Song Minho alias Mino WINNER karena ff ini terinspirasi dari cerita tentang kelebayan Mino saat dia kelas 3 SD. Waktu itu dia kejepit pintu sampe berdarah dan kemudian berteriak-teriak meminta temannya untuk membawanya ke rumah sakit karena dia bisa mati XD

And also for reader, big thanks for you. Sudah membaca ff abal-abal ini XD tapi terlepas dari segala kegajeanku, aku sangat mengharapkan komentar dari kalian 🙂

Oh dan jangan lupa bahwa tokoh utama di ff Infection ini ada dua, Seunghoon dan Jinwoo 😀

 

 

Iklan

4 pemikiran pada “[Chapter] Infection #1 : Penetration

  1. hhaha ya ampun seunghoon pdahalkan itu cma kegores sma cutter sedikit msa sampai mau mati dan harus dibawa kerumah sakit xD mino sih malah gangguin seunghoon 😀 kkeke tpi untungnya ada jiyeon yg langsung ngasih plester di luka seunghoon ^.^ hhihi jinwoo cma numpang nma aja ya thor xD ditunggu kelanjutannya ya ^.~

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s