[Vignette] Lie Letter

youngji-got7-jackson_1416244238_af_org

Title : Lie Letter | Scriptwriter : Songhyun

Main Cast : Youngji KARA & Jackson GOT7

Support Cast: Sohyun 4Minute

Genre : Friendship, Romance, School Life

Duration : Vignette | Rating : Teen

.

Surat cinta dari Youngji dibalas dengan kebohongan Jackson

.

 

“Bagaimana? Kamu sudah menaruhnya?”

Youngji mengangguk sebagai jawaban untuk pertanyaan Sohyun, membuat gadis berpipi tembem itu membuat ekspresi menjerit tertahan. Berbeda sekali dengan Youngji yang memucat seolah rohnya telah tertinggal di ruang yang barusan ia masuki. Ini gila, pikir Youngji. Seumur hidupnya menjadi seorang siswa, baru kali ini Youngji menyelinap ke ruang ganti laki-laki. Ia sendiri tak mengerti sudah mendapat keberanian dari mana sampai mau-maunya mengikuti rencana sinting Sohyun.

“Loker 17, kan?” Youngji memastikan.

Sohyun mengangguk semangat dengan yakin tapi sedetik kemudian ia menggumam. “Kata Jaebum sih begitu.”

Mata Youngji melebar. “Bagaimana kalau dia bohong?” Youngji mulai panik.

“Kita berdoa saja supaya benar,” Sohyun meringis.

Youngji menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi. Jadi, ia sudah nekad menyusup ke ruang ganti murid laki-laki hanya untuk menyelipkan surat cinta di loker yang belum tentu milik siapa?

“Aku harus mengambilnya kembali,” ujar Youngji. Namun sepertinya Tuhan berkata lain. Tepat di saat Youngji akan pergi, terdengar suara derap langkah yang kian mendekat. Youngji dan Sohyun saling menatap dengan mulut terbuka. Satu hal terlintas cepat dalam benak mereka berdua: jam pelajaran olahraga kelas XI-2 sudah berakhir!

Untung Sohyun masih memiliki kesadaran yang tinggi. Dengan sigap ia menarik tubuh Youngji ke balik dinding untuk bersembunyi.

Youngji mengelus dadanya yang naik turun dengan cepat. Sementara itu suara langkah kaki terdengar semakin jelas diiringi riuh canda dari para murid. Di antara suara ramai itu, Youngji menangkap satu derai tawa yang sangat khas baginya membuat jantungnya berdebar tanpa kompromi.

Dalam kurun waktu sekitar 10 menit, Youngji dan Sohyun bersembunyi dalam diam. Sesekali Sohyun mengintip untuk memastikan waktu yang tepat bagi mereka supaya keluar. Sekarang pun sama, Sohyun menjulurkan kepalanya kembali untuk mengamati situasi.

“Itu. . .itu Jackson,” Sohyun berbicara terbata ketika melihat seorang anak laki-laki dengan tinggi sekitar 170cm keluar dari ruang ganti.

Mendengar nama itu Youngji penasaran dan ikut melongokkan kepalanya dari balik dinding. Secara refleks dada gadis itu kembali bergemuruh begitu netranya tertuju pada Jackson, anak laki-laki dari kelas sebelah yang membuat Youngji naksir setengah mati dan melakukan hal konyol.

Youngji memerhatikan sosok itu lamat-lamat sambil menikmati setiap degup jantungnya. Rambut hitam lurus yang sedikit acak-acakan, hidung mancungnya yang terlihat mengkilat karena sisa keringat, bahkan kemeja sekolah yang keluar sebelah tampak begitu keren di mata Youngji.

“Hei, dia membawa surat itu!”

Pekikan kecil dari Sohyun membuyarkan semua lamunan Youngji. Matanya kini tertuju pada amplop merah muda yang ada di tangan Jackson.

“Kau menaruhnya di tempat yang benar!” Sohyun berseru riang sementara Youngji tersenyum dengan kaku. Tidak yakin jika ia harus merasa senang dengan hal ini. Youngji kini bertanya-tanya, apa Jackson sudah membacanya?

Seolah memberi jawaban untuk Youngji, Jackson berhenti sesaat dan terlihat seperti akan membuka surat itu. Youngji terbelalak. Dia akan membacanya sekarang? Di sini? Youngji menggeleng kuat-kuat seakan tindakannya bisa membuat Jackson berhenti. Sungguh, Youngji tak ingin melihat reaksi Jackson saat membaca surat darinya. Maka, ia berlari ke arah Jackson tanpa mempedulikan Sohyun yang terus menyerukan namanya.

“Itu milikku!” Youngji berkata lantang sambil menunjuk amplop yang dipegang Jackson.

“Ini, darimu?”

Youngji mengangguk lalu sedetik kemudian menggeleng kuat-kuat. Jika ia mengatakan iya, maka secara tidak langsung  Youngji sudah mengakui bahwa surat itu diperuntukkan bagi Jackson dan ditulis olehnya. Tidak, Jackson tak boleh tahu hal itu. Lagi pula Jackson belum mengetahui isinya, kan?

“Itu milikku. Aku tak tahu bagaimana bisa ada di tanganmu tapi itu milikku.” Youngji berbohong, tentu saja.

“Jadi ini bukan untukku? Sayang sekali.” Jackson memandangi amplop itu dengan kecewa. Dan Youngji ingin menangis. Amplop itu sudah ada di tangan Jackson, sebentar lagi Jackson akan tahu perasaannya. Namun rasa malu yang ia miliki membuat semua rencana gila ini berantakan.

“Untung aku belum membacanya,” tambah Jackson sembari tersenyum.

Oh, tidak! Jangan tersenyum padaku.

Jackson mengangsurkan tangannya, menyerahkan amplop itu kepada Youngji. “Semoga beruntung.”

Jackson merajut langkah dan meninggalkan Youngji membeku di belakangnya. Gadis itu memandangi punggung Jackson yang semakin menjauh sambil menggigit bibir, menahan isakan tangis yang mendesak untuk lolos dari mulutnya. Sohyun yang kini ada di samping Youngji menepuk pundak sahabatnya itu untuk memberikan ketenangan.

Youngji hanya menunduk, memandangi amplop merah muda yang kini kembali padanya. Ketika itulah Youngji sadar ada sesuatu yang tidak beres. Penutup amplop itu sedikit kusut. Dengan cepat Youngji membuka amplop tersebut untuk memeriksa suratnya.

“Jackson berbohong. Dia sudah membacanya,” ujar Youngji yang masih menunduk.

“Eh? Bagaimana kamu tahu?” Sohyun bertanya bingung.

“Dia membacanya!” Youngji mengangkat wajahnya dan menoleh pada Sohyun. Kedua sudut bibirnya terangkat begitu tinggi hingga bentuk matanya berubah bentuk menjadi sabit. Sohyun tak mengerti. Bukannya tadi sahabatnya ini sedang patah hati?

Youngji memeluk Sohyun erat membuat gadis itu semakin tak paham. Setelah pelukan mereka terlepas, Youngji menyerahkan isi amplop itu pada Sohyun. Sohyun membacanya dengan segera. Setelah itu, ia terdiam beberapa saat. Menengok tak percaya pada Youngji yang tersenyum kian lebar. Dan sesaat kemudian, ia ikut tertawa dan memeluk Youngji dengan gembira.

Kedai es krim dekat sekolah. Hari Sabtu jam 3 sore 🙂

Ya! Jackson membaca surat cinta dari Youngji dan mengajak gadis itu berkencan!

END

Cover ga cocok hahaha XD

Ya anggap sajalah itu backgroudnya gedung sekolah

Nah begitu tuh gaya Youngji waktu nagih surat cintanya ke Jackson XD

Thanks for read and mind to review? 😉

Iklan

5 pemikiran pada “[Vignette] Lie Letter

  1. hhaha parah bnget younjinya thor surat udah ditangan jakson dan dia tiba-tiba muncul dan langsung ngerebut surat itu xD dan ternyata jakson udah baca suratnya ^.^

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s