[Vignette] Cold War – Mak Comblang

tumblr_m65dt1X1rm1qfk0rio1_1280

Title : Cold War – Mak ComblangScriptwriter : Songhyun

Main Cast : Sehun EXO as Sehun, Tao EXO as Tao

Support Cast: another EXO member

Genre : Friendship, School Life

Duration : Vignette | Rating : Teen

.

Tao lebih memilih Jong In dibanding Sehun untuk dijadikan mak comblang.

Dan ini membuat Sehun kesal.

.

FF ini sedikit berkaitan dengan FF sebelumnya yang berjudul Mak Comblang.

Maka disarankan untuk membaca FF itu terlebih dahulu sebelum membaca FF berikut ini.

Sudah beberapa hari ini Sehun tak mau berbicara dengan Tao. Ia bahkan tak lagi duduk bersama murid pindahan itu dan beralih ke sebelah Kyungsoo. Membuat Baekhyun -teman sebangku Kyungsoo- terusir dan bermigrasi ke samping Tao. Sebenarnya Baekhyun merasa berat karena Tao tidak pernah membawa makanan ringan ke sekolah seperti yang biasa Kyungsoo lakukan. Kebutuhan Baekhyun akan cemilan jadi tidak terjamin sekarang. Tapi tak apa, pikir Baekhyun. Karena Sehun meminjamkan PSP barunya sebagai biaya sewa atas kursi tersebut.

Tidak hanya di kelas, hubungan Sehun dan Tao di luar kelas juga tidak harmonis. Kebetulan keduanya sama-sama bergabung dalam ektrakurikuler basket. Setiap latihan pada jam tiga sore di hari Kamis, biasanya mereka datang bersama. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Mereka juga  menempatkan tas di tempat yang berjauhan dan tak mau dekat-dekat saat latihan. Jika waktu itu mereka merengek-rengek pada Chanyeol –ketua klub basket- untuk berada dalam kelompok yang sama, sekarang mereka kompak memaksa sang ketua untuk memindahkan mereka ke kelompok lain.

Beruntung sistem pembagian kamar di asrama menempatkan penghuninya secara acak. Dan terdapat peraturan yang membuat anak kelas satu sekamar dengan senior mereka, anak kelas tiga. Sehingga Sehun dan Tao tidak menjadi roommate. Meski sialnya kamar mereka bersebelahan. Kali ini bukan atas permintaan keduanya, mereka ditempatkan di sana begitu saja atas dasar kebetulan.

Sore itu, Sehun sedang berkutat dengan tugas Fisikanya. Sejatinya, soal Fisika tak pernah membuat Sehun kesulitan karena dia cukup jago dalam hitung-hitungan. Tujuh dari delapan soal Sehun kerjakan dengan mudah. Tapi nomor terakhir sampai membuat Sehun menggila. Bukan, bukan karena soalnya yang susah bukan kepalang. Tapi karena Sehun tidak lengkap mencatatnya. Ada satu data yang tidak Sehun tuliskan karena tidak jelas itu angka berapa. Tulisan Guru Lee memang jelek, ditambah lagi sekarang Sehun pindah ke tempat Baekhyun yang terletak di barisan paling belakang. Ia jadi tidak bisa melihat tulisannya dengan jelas. Celakanya lagi Sehun lupa untuk bertanya pada yang lain tadi.

Sehun mengambil ponselnya dan menghubungi Kyungsoo. Entah apa yang sedang dilakukan anak bermata lebar itu sampai-sampai ia mengabaikan sepuluh panggilan yang dilakukan Sehun. Menyerah dengan Kyungsoo, Sehun beralih pada Baekhyun. Beruntungnya anak itu menjawab.

“Baekhyun, soal nomor delapan apa, sih? Bisa bacakan untukku?”

“Aduh, maaf Sehun. Aku sedang tidak di kamar sekarang,” Baehyun menjawab dengan suara pelan. “Sudah dulu, ya!”

Pip! Panggilan itu diakhiri sepihak oleh Baekhyun. Sehun meringis menatap layar ponselnya. Anak itu, ia pasti sedang menyelinap ke asrama anak perempuan, Sehun membatin.

“Tanyakan saja pada Zitao,” usul Joonmyun –roommate Sehun- yang sepertinya memahami permasalahan Sehun sekarang.

Hyung,” Sehun mendelik mendengar nama Tao disebut.

Joonmyun bukannya tidak tahu tentang perang dingin yang terjadi antara Sehun dan Tao. Ia malah sengaja ingin mendamaikan kembali keduanya. Masalahnya setelah Sehun dan Tao bertengkar, Sehun jadi tidak mau pergi ke tempat laundry.

Seluruh kamar di lantai tiga memiliki jadwal laundry pada hari yang sama. Sudah dipastikan mereka akan bertemu saat mencuci, itulah kenapa Sehun tidak pergi dan malah menitipkan cucian pada teman sekamarnya. Jika sudah begini kan Joonmyun sendiri yang repot.

“Kenapa sih kalian harus marahan?” Joonmyun kini mendekati Sehun di meja belajar. Menarik kursinya ke dekat Sehun sehingga mereka duduk berhadapan.

“Aku kan kemarin sudah cerita. Tao sekarang tidak percaya padaku. Ia bahkan lebih memilih Jong In. Aku merasa dikhianati,” Sehun bersungut.

“Karena Tao meminta bantuan Jong In untuk mendekati Minah?” Joonmyun memastikan curhatan Sehun beberapa hari lalu.

“Nah, itu Hyung masih ingat. Aku ini kan teman dekatnya dan aku juga kenal dengan Minah. Tapi dia tidak memercayaiku dan malah meminta Jong In menjadi mak comblang untuknya. Padahal dia tahu sendiri kalau hubunganku dan Jong In tidak begitu baik sekarang,” keluh Sehun.

Joonmyun manggut, memahami apa yang Sehun rasakan. Intinya, bocah ini marah karena merasa disepelekan dan tidak dianggap sebagai teman. Dengan Tao yang meminta bantuan pada Jong In, ia merasa dipandang sebagai orang yang tak bisa dipercaya dan diandalkan.

Joonmyun heran kenapa Sehun tidak kapok juga dan masih berhasrat menjadi mak comblang bagi temannya. Padahal pertemanannya dengan Jong In juga bermasalah ketika Sehun berusaha mendekatkan Jong In dengan gadis incarannya. Sehun sebenarnya menjalankan perannya sebagai mak comblang dengan baik. Tapi masalahnya, Hyeri –gadis incaran Jong In- malah menyukai Sehun, si mak comblang sendiri.

Mengingat kasus Sehun-Hyeri-Jong In, rupanya memberikan pencerahan bagi Joonmyun. Rasanya ia mengerti sekarang kenapa Tao tidak meminta bantuan Sehun.

“Sehun, coba lihat dirimu di cermin.”

Kening Sehun berkerut tanda tak paham. Belum sempat ia bertanya, kakak kelasnya itu sudah menyeret Sehun ke hadapan kaca.

“Bagaimana menurutmu?”

“Bagaimana apanya, Hyung?”

Sehun merajuk. Menolehkan kepala kepada Joonmyun tapi sedetik kemudian tangan Joonmyun membuat Sehun memalingkan kembali parasnya ke depan cermin.

“Bukankah kau ini tampan?”

“Eyyyy, tentu saja.” Sehun tersenyum penuh percaya diri.

Joonmyun memukul pelan kepala Sehun, membuat adik kelasnya berhenti cengengesan. “Masih belum mengerti juga?”

Mata Sehun mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya menggeleng putus asa.

“Dengan tampangmu ini, Tao tentu takut menjadikanmu sebagai mak comblang. Bisa-bisa Minah juga malah naksir padamu.”

Bibir tipis Sehun membentuk bulatan besar. Otaknya seolah berbunyi: ding-dong. Dan tanpa menunggu aba-aba dari Joonmyun, pemuda jangkung itu melesat ke luar. Dengan mengenakan kaos oblong longgar dan celana boxer selutut bermotif simpsons yang dipadankan dengan sandal jepit bertali hijau.

Joonmyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia hanya berdoa agar Sehun tidak bertemu petugas kedisiplinan dan ditangkap karena berkeliaran dengan pakaian yang tidak pantas.

***

“Hai,” Sehun menyapa Tao kaku begitu pemuda Cina itu membuka pintu kamarnya.

“Umm, hai.” Tao menjawab sapaan Sehun dengan kerutan di jidatnya. Ia kaget karena Sehun tiba-tiba saja datang setelah beberapa hari ini tak berbicara barang sepatah kata pun padanya. Dan Tao juga sedikit shock dengan penampilan ‘sempurna’ Sehun saat ini.

“Aku. . .ingin minta maaf. Aku mengerti sekarang kenapa kau meminta bantuan Jong In. Dia satu-satunya anak di kelas kita yang mengenal Minah selain aku. Sementara kau tidak mungkin menjadikanku sebagai mak comblang karena –hmm- wajahku yang tampan.”

Tao tertawa kecil. Sebenarnya ia agak muak mendengar kepercayaan diri Sehun akan parasnya. Tapi mau tak mau, Tao harus mengakui bahwa itu merupakan alasan kenapa ia tak bisa ‘memakai’ Sehun sebagai mak comblang. Itulah mengapa Tao tidak memberikan respon ketika Sehun mendiamkannya. Ia gengsi untuk mengatakannya pada Sehun karena memberitahunya sama artinya dengan memberikan pujian dan pengakuan akan ketampanan wajah sobatnya itu.

“Aku juga minta maaf karena sudah membuatmu salah paham.”

Tao mengulurkan tangannya yang disambut hangat oleh Sehun. Mereka kemudian menggoyangkan jabatan tangan itu beberapa kali seperti para CEO perusahaan yang membuat kesepakatan kerja sama.

“Jadi, kau bisa kembali duduk bersamaku, kan? Aku tidak tahan dengan keberisikan Baekhyun,” ujar Tao dengan suara pelan. Takut-takut jika ada yang mendengar dan melaporkannya pada si bebek berisik itu.

Sehun tergelak. “Tentu. Sejujurnya aku juga tidak suka duduk dengan Kyungsoo. Dia sangat sensitif,” Sehun setengah berbisik.

Dan kemudian kedua pemuda itu tertawa bersama seolah perang dingin antara mereka hanya terjadi di alam mimpi.

***

Begitulah.

Akhirnya Sehun dan Tao melakukan gencatan senjata dan kembali menjadi teman yang harmonis. Akurnya mereka juga membawa kebahagiaan pada semua orang. Kyungsoo mendapatkan teman sebangkunya kembali. Baekhyun mendapatkan asupan cemilannya, meski harus mengembalikan PSP milik Sehun. Chanyeol merasa tenang karena anak buahnya sudah rukun. Joonmyun apalagi, sekarang ia tidak perlu repot mengurusi pakaian Sehun. Malah sekarang Sehun yang dengan senang hati membawa cucian mereka berdua ke tempat laundry.

Selain itu, Joonmyun bisa bersantai dengan tenang di kamarnya sekarang karena Sehun sering menghabiskan waktunya di kamar Tao. Banyak hal yang biasa mereka lakukan berdua, mulai dari mengerjakan peer, menonton film, bermain game, sampai menonton penampilan SNSD –girlgroup kesukaan mereka- di youtube.

Maka, siang itu –saat Sehun menemui Tao- Joonmyun memutuskan untuk tidur siang. Matanya baru saja akan terpejam ketika pintunya diketuk dari luar dengan keras. Joonmyun menyeret kakinya dengan malas untuk membukakan pintu. Seseorang langsung melesat masuk begitu pintu terbuka. Bahkan sebelum Joonmyun sempat bertanya : “ada perlu apa”.

“Aku tidur di sini. Sehun dan Tao sangat berisik di kamarku,” Minseok –teman sekamar Tao- memberikan penjelasan singkat. Ia kini sudah meringkuk di ranjang Sehun dengan mata yang terpejam.

Joonmyun memandangi Minseok prihatin. Ternyata tidak semua orang berbahagia atas damainya Sehun dan Tao.

***

END

Hahahaha ff ini gaje banget ya? Well, bisa dibilang ini semacam kelanjutan dari ff Mak Comblang kemarin. Eh bukan lanjutan juga sih. Soalnya ff ini ga ngebahas masalah Sehun-Hyeri-Jong In. Cuma ini terinspirasi dari sana. Terutama dari komen aku sendiri buat salah satu reader: “Dengan wajahnya itu, Sehun tidak akan pernah berhasil menjadi mak comblang.

Bahkan rencananya sih aku mau bikin ff lagi yang menceritakan serba-serbi dan jungkir-baliknya Sehun sebagai seorang mak comblang haha XD

And then last but not least, thanks for reading. Comment dan like sangat diapresiasi. Gomawo 🙂

Iklan

6 pemikiran pada “[Vignette] Cold War – Mak Comblang

  1. nyahahaha ya ampun tao-ssi… kamu juga ganteng kok sayang, bukan cuma sehunie yg ganteng….
    tapi sandal jepitnya itu merk apaan ngomong2? swallow bukan? *apalah ini.
    bagus dan rapi seperti biasa, bahasanya ringan tapi lucu, hanya kurang surprise… yah, tapi ini gak mengganggu kok ^^
    keep writing!

    Suka

  2. yayaya dan emang bener kalau sehun jdi mak comblang ga akan berhasil, soalnya dia terlalu tampan buat jadi mak comblang >< dan ternyata gara2 sehun jdi mak comblang buat jongin gagal karena hyeri malah ska sma sehun, mereka jdi musuhan 😀 kkeke dasar tao, tpi kmu jga ga kalah tampan ko dari sehun 🙂 pda akhirnya mereka baikan, tpi kasian minseok yg jdi korban keberisikan sehun sma tao xD

    Suka

    • Ya kan ya kan wajah Sehun emang ga memenuhi syarat dan kriteria kelayakan mak comblang XD
      Hihi iyaaa Hyerinya naksir Sehun ada di ff sebelumnya yang judulnya Mal Comblang 🙂
      Oh mereka memang harus baikan demi kedamaian hidup Joonmyun meski itu artinya hidup Minseok yang ga damai XD

      Suka

  3. Itu swalow exis yah, berkat Sehun ‘itu’ juga jadi kebawa-bawa di ff XD
    Kyungsoo sensi? Why? XD
    Kayaknya seru kalo ada sekuel yg anak2 asramanya. Kisah mereka di asrama dan lika-liku kehidupannya 🙂

    Suka

    • Awalnya ga ada niat sebut2 sandal itu
      Tapi di tengah2 tetiba aja kepikiran trus kayanya bisa tuh diselipin XD
      Kyungsoo sensitif hmm perasa gitu lah
      Wah ide bagus tuh lucu lucu kalo bikin serba serbi mereka di asrama, ada ide buat detailnya mungkin?

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s