[Vignette] Mak Comblang

tumblr_mm5hppGSEJ1qhmxnlo1_r1_250

Title : Mak Comblang Scriptwriter : Songhyun

Main Cast : Sehun EXO as Sehun, Kai EXO as Kim Jong In

Support Cast: Hyeri Girl’s Day as Hyeri

Genre : Friendship, Romance, School Life

Duration : Vignette | Rating : Teen

.

Sebagai seorang sahabat yang baik,

Sehun akan menjadi mak comblang untuk Jong In

.

Coba ceritakan bagaimana impresi kalian saat melihat sosok Jong In untuk pertama kali.

Maskulin? Cool? Tampan? Bad boy? Playboy?

Jangan membuat Sehun tertawa. Di antara semua makhluk yang ada di dunia ini, Sehun termasuk salah seorang yang paling mengenalnya –setelah keluarga dan tiga ekor anjing milik Jong In. Dan bagi Sehun, impresi kalian tentang Jong In benar-benar melenceng.

Oke. Oke. Sehun akui bahwa sahabatnya yang satu itu memang terlihat keren saat menunjukkan skill dance. Wajah Jong In juga lumayan meski tidak setampan dirinya –ini menurut Sehun. Selain itu, bentuk tubuhnya pun bagus. Jangan beritahu Jong In, tapi dalam konteks ini Sehun diam-diam iri padanya.

Bad boy? Play boy?

Sekarang kalian benar-benar membuat tawa Sehun meledak. Bad boy  mana yang senantiasa membawa bekal buatan Ibu ke sekolah dan membawa payung setiap hari di musim hujan meski ia sudah duduk di bangku SMA? Jong In is definitely a mama boy.

Dan playboy? Oh please, Jong In tidak akan mungkin menjadi playboy. Ia bahkan belum pernah berpacaran sekali pun. Tunggu, kalian jangan pingsan atau salah paham. Tenang saja, dia ‘lurus’ kok. Malah saat ini dia sedang naksir seorang gadis.

***

“Ssst, Jong In.” Sehun menyikut pelan lengan Jong In begitu mereka sampai di gerbang sekolah. “Arah jam 12,” ujar Sehun lagi dengan gaya detektif amatiran.

Jong In melayangkan pandangannya ke koordinat yang ditunjuk Sehun. Dengan mudah, Jong In menemukan sosok itu. Seorang gadis yang tertawa ceria bersama dua orang temannya. Gadis yang membuat Jong In merasa ada kelainan dengan jantungnya, membuat tubuhnya panas dingin tidak karuan, dan mengacaukan pikirannya –yang memang sudah kacau- menjadi berantakan.

“Halo, Hyeri. Selamat pagi!”

Sepertinya Jong In benar-benar menghayati perasaannya hingga terlambat menyadari apa yang sudah Sehun lakukan. Tahu-tahu kini tubuhnya sudah ada di samping Hyeri. Lengan mereka bahkan hampir bersentuhan! Jong In hampir mati lemas sementara Sehun bisa-bisanya menyapa Hyeri dengan sedemikian santai begitu.

Lagi-lagi, lengan Jong In mendapat serangan dari sikut Sehun. Bibir Sehun bergerak-gerak, menggumamkan sesuatu. Apa? Kedua alis Jong In bertaut. Ia tak bisa berpikir jernih jika dekat dengan Hyeri.

“Sapa dia, bodoh!” bisik Sehun.

“Oh, halo, Hyeri,” seru Jong In kaku.

“Umm, halo. Selamat pagi Sehun, Jong In.” Hyeri membalas sapaan mereka dengan seulas senyum di wajah.

Berkat usaha kecil yang Sehun lakukan, mereka bertiga kini berjalan bersama menuju kelas. Sehun dengan sengaja menempatkan Jong In di tengah agar ia bisa lebih dekat dengan Hyeri dan lebih leluasa untuk berbincang dengan gadis yang disukainya. Sehun kira semuanya akan berjalan dengan sempurna.

Sehun nyaris memukul keningnya sendiri. Oh Jong In, tidak bisakah ia meningkatkan kecerdasaannya di saat begini? Ini peluang yang sangat besar dan Jong In malah menyia-nyiakannya. Bukannya menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Hyeri pemuda itu malah sibuk memegangi dadanya yang sebelah kiri.

Hei, tenang saja, jantungmu tidak akan sampai melompat keluar, kok!

“Pelajaran pertama, Matematika, ya?” tanya Sehun berbasa-basi. Ia harus menyelamatkan situasi ini supaya gak garing. Gawat kan kalau nanti Hyeri sampai kapok dan tidak mau lagi bicara dengan Jong In.

“Iya. Sudah mengerjakan tugas?”

“Sudah,” Sehun menjawab dengan percaya diri.

Dimulai dari sana, Sehun mengendalikan obrolan mereka. Ia menggali apa-apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh Hyeri. Itu informasi yang akan sangat berguna bagi Jong In nanti. Sementara Sehun berjuang demi progress hubungan Jong In dengan Hyeri, si tokoh utama sendiri masih sibuk mengendalikan irama jantungnya.

Sehun mendecak. Apa boleh buat, sepertinya ia memang harus jadi mak comblang bagi Jong In.

***

Kyuhyun sonsaengnim menuliskan beberapa rumus kalkulus di papan tulis. Semua murid di kelas segera sibuk dengan catatan mereka. Begitu pula dengan Jong In. Tapi bukan rumus-rumus rumit itu yang dicatat olehnya, melainkan informasi penting mengenai Hyeri yang berhasil Sehun dapatkan tadi.

“Hei, bung,” Sehun berbisik kepada Jong In.

“Apa?” Jong In merespon dengan suara yang tak kalah pelan.

“Sepertinya Hyeri juga menyukaimu.”

Tangan Jong In kembali memegang dada. Penuturan Sehun barusan membuat jantungnya bersalto ria. Namun ia berusaha mengendalikan diri dan terus menatap lurus pada papan tulis.

“Tadi aku mendapatinya curi-curi pandang ke arahmu. Dia langsung memalingkan muka begitu sadar bahwa aku melihatnya.”

Sehun tersenyum kecil. Ia merasa begitu hebat kala itu. Mungkin ia perlu membuka jasa mak comblang. Wah, Sehun yakin, ia pasti akan sukses besar nantinya.

***

Dengan didorong oleh niat mulia serta keinginan luhur untuk membantu sahabatnya agar mendapatkan cinta pertama dengan kesuksesan yang gemilang, Sehun sudah berada di sekolah sejak pagi-pagi buta. Belum ada satu orang murid pun yang terlihat. Sekolah benar-benar sepi. Hanya ada satu-dua satpam dan petugas kebersihan yang terlihat berlalu-lalang.

Sehun mengeratkan jaket menahan dinginnya udara pagi. Dengan yakin ia berjalan masuk ke dalam kelas. Pemuda itu tersenyum begitu sampai di bangku kedua barisan pertama. Ia mengeluarkan sebuah amplop merah muda dari dalam tas dengan senyum yang kian lebar. Jong In benar-benar harus mentraktirnya makan siang nanti. Semalam suntuk Sehun mengerahkan segala kemampuan dalam dirinya –ia bahkan meminta bantuan sepupunya, Donghae hyung– dan menulis surat romantis untuk Hyeri. Atas nama Jong In tentunya.

Sehun baru saja hendak menaruh amplop itu di atas kursi Hyeri ketika matanya tanpa sengaja menangkap sebuah benda yang tergeletak di atas meja miliknya. Sehun mengurungkan niat dan beringsut mendekati tempat duduknya sendiri. Ternyata benda itu adalah sebuah amplop berwarna merah muda yang serupa dengan apa yang ia bawa saat ini. Di bagian depan tertera nama Sehun yang ditulis dengan sangat rapi. Mata Sehun melebar. Surat itu untuknya?

Karena rasa penasaran yang tinggi, Sehun memutuskan untuk membuka amplop tadi saat itu juga. Dalam hatinya ia merasa terkejut sekaligus senang. Ini surat cinta pertama yang ia terima di sekolah menengah atas. Sehun penasaran siapa yang sudah mengirim surat ini padanya.

Membaca isi surat tersebut, membuat Sehun tersipu. Seorang gadis dengan malu-malu mengakui bahwa ia memendam perasaan suka pada Sehun. Sekarang Sehun membaca dalam ritme yang lebih cepat, ia ingin segera mengetahui siapa gadis yang tengah menyukainya.

Tenggorokan Sehun tercekat ketika ia sampai di bagian akhir surat. Rasa senang yang sempat membuncah tiba-tiba meledak sampai Sehun tak tahu harus berkata apa.

Sehun mengigit bibirnya dengan gugup dan membaca ulang surat itu. Takut-takut ia sudah salah mengeja atau salah menafsirkan isinya. Namun setelah beberapa kali dibaca isinya tetap sama. Nama yang tertera di ujung surat pun tidak berubah sama sekali.

“Aku menyukaimu Sehun-ah.”

“Hyeri.”

O H.  T I D A K.

Sehun dalam masalah besar sekarang.

END

Jadi tiba-tiba aja aku kangen sama mereka berdua haha

dan lahirlah fict ini. As always, aku ucapkan terima kasih buat yang udah baca juga sangat mengharapkan kritik dan saran dari kalian.

Iklan

6 pemikiran pada “[Vignette] Mak Comblang

    • iya ga tega sama Jongin kalo Sehun sama Hyeri sampe jadian huhu
      Jadi ini Sehun tetep jadi sahabat baik karena dia ga maksud nikung tapi gimana lagi karena dia kece badai Hyeri malah naksir dia XD
      Iya makasih juga udah mampir hehe

      Suka

  1. Kasihan Jongin #pelukjongin 😥
    Wahahaaaa iya bener jadi mak comblang dengan tampang Sehun gak bakalan berhasil. Bisa-bisa orang yg minta bantuan sama dia bakal patah hati semua XD
    Gimana rasanya yah jadi Sehun di situasi seperti itu? Bingung banget pastinya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s