[Ficlet] School Punishment

jiyeon (3)

Title : School Punishment | Scriptwriter : Songhyun

Main Cast : Jiyeon T-Ara as Jiyeon, Mino WINNER as Song Minho

Genre : Romance, School Life | Duration : Ficlet | Rating : PG-13

.

Untuk pertama kalinya, Jiyeon menjalani sebuah hukuman di sekolah

.

Sial.

Umpatan demi umpatan tak henti keluar dari mulut Jiyeon. Dewa Sial sepertinya iseng mengunjungi gadis itu pagi ini sehingga hal-hal buruk menimpanya bertubi-tubi.

Semua berawal dari jam weker Hello Kitty yang Jiyeon cintai sepenuh hati. Jam itu rupanya mati saat tengah malam. Sehingga mengakibatkan Jiyeon bangun kesiangan. Jiyeon sebenarnya masih bisa menyelamatkan harinya, namun –sialnya lagi- kakaknya mendadak sakit perut. Berikutnya sudah bisa ditebak dengan mudah, Jiyeon telat mandi, dan ia tetap datang terlambat meski sudah melewatkan sereal coklat sebagai sarapan.

Dan sekarang Park sonsaengnim –guru bagian kedisiplinan- menghadangnya di gerbang sekolah. Jiyeon menundukkan kepala. Baginya ini benar-benar memalukan. Sepanjang hidupnya baru kali ini ia datang terlambat. Mengenaskan sekali, catatan sekolahnya yang bersih harus ternoda gara-gara waktu sepuluh menit.

“Kamu lagi!”

Suara pekikan Park sonsaengnim sukses membuat Jiyeon terperanjat. Ia kemudian berbalik, menatap ke arah yang sama dengan sang guru. Didapatinya seorang murid laki-laki bertubuh tinggi yang baru saja tiba beberapa detik lalu. Jiyeon mengernyit. Bisa-bisanya ia datang bersamaan dengan Song Minho, teman sekelasnya yang juga dikenal sebagai si raja terlambat.

Minho meletakkan tas punggungnya di dekat kaki Jiyeon lalu melangkah pergi.

“Hei! Hei! Mau kemana kamu?” tegur Park sonsaengnim.

“Lari lima putaran keliling lapangan.”

Jiyeon ternganga. Minho bahkan sudah hapal dengan fasih hukuman untuk siswa yang terlambat. Dia memang paling berpengalaman dalam hal ini.

“Ikuti dia.”

Harga diri Jiyeon benar-benar jatuh ke titik terendah begitu mendengar instruksi tersebut. Asal tahu saja, Jiyeon termasuk siswa berprestasi dan sekarang ia harus menjalani hukuman bersama Song Minho si berandal sekolah. Bukankah ini sangat memalukan?

Dengan berat hati, Jiyeon mengayunkan kakinya dan mengekor di belakang Minho. Punggung tegap pemuda itu menjadi pemandangan utamanya dalam perjalanan mengelilingi lapangan.

Putaran pertama.

Jiyeon masih merutuk. Terlambat sebenarnya bukan termasuk pelanggaran berat. Namun masalahnya, ia terlambat di waktu yang bersamaan dengan Song Minho. Dimana Minho adalah siswa dengan keterlambatan paling parah. Dan sekarang Jiyeon mensejajarkan dirinya dengan Minho melalui menjalani hukuman bersama.

Putaran kedua.

Jiyeon mulai menenangkan diri. Biar bagaimana pun ini memang murni kesalahannya karena sudah datang terlambat. Sangat tidak logis jika ia memendam kesal pada Minho karena kesalahannya sendiri.

Putaran ketiga.

Jiyeon mulai merasa lelah. Lain sekali dengan Minho yang tetap berlari dengan kecepatan stabil. Jelas, dia memang pro dan berpengalaman dalam hal ini.

Putaran keempat.

Jiyeon sudah merasa tidak sanggup untuk berlari. Ia memang pelari yang buruk. Ditambah lagi perutnya dalam keadaan kosong karena belum diisi. Jiyeon tak mempunyai asupan energi yang cukup.

“Kamu baik-baik saja?”

Entah sejak kapan Minho yang awalnya selalu di depan Jiyeon kini sudah berada di samping gadis itu. Jiyeon menggeleng lemah. Ia baik-baik saja. Namun sudah tak tahan jika harus berlari lagi.

“Minggirlah, aku akan menyelesaikannya untukmu.”

Eh, memang boleh begitu?

Belum sempat Jiyeon protes, Minho sudah berlari jauh ke depan. Akhirnya, Jiyeon mengikuti saran pemuda itu dan duduk di pinggir lapangan. Padahal ini kesempatan yang bagus bagi Jiyeon untuk pergi ke kelas dan menghindari kemarahan gurunya. Namun entah kenapa ia malah memilih untuk diam disana dan menunggu Minho menuntaskan hukuman mereka.

Minho mendatangi Jiyeon dengan membawa dua buah tas. Satu miliknya sendiri dan satu lagi –yang berwarna merah- milik Jiyeon.

Gomawo,” ujar Jiyeon sambil menerima tas miliknya.

“Tak masalah,” kata Minho datar. Namun entah kenapa Jiyeon rasa ada keramahan dalam nada suaranya.

“Kamu sungguh baik-baik saja?” tanya Minho di tengah perjalanan mereka meninggalkan lapangan.

“Aku baik-baik saja. Hanya. . .sedikit lelah.”

Minho menyeringai. “Ini pengalaman pertamamu.”

Sebelumnya, Jiyeon pasti sudah mencibir Minho jika mendengar penuturannya tadi. Dengar saja, gayanya seolah berpengalaman menjalani hukuman adalah suatu kebanggaan. Namun kali ini –entahlah- Jiyeon merasa berbeda. Ini pertama kalinya ia berbicara cukup banyak dengan Minho dan rasanya Minho tak seburuk yang ia bayangkan.

“Kamu duluan saja,” ujar Minho begitu mereka sampai ke gedung kelas.

Jiyeon menatap Minho penuh tanda tanya.

“Kamu perlu menjaga harga dirimu,” Minho berkata penuh sarkasme.

Berlari beberapa putaran mengelilingi lapangan dalam keadaan perut kosong sepertinya berdampak panjang bagi Jiyeon. Buktinya ucapan penuh sindiran dari Minho malah terlihat keren baginya. Gaya angkuh pemuda itu yang sebelumnya terlihat menyebalkan entah bagaimana kini terasa begitu maskulin.

Jiyeon meninggalkan Minho dengan mengulum senyum.

Haruskah ia datang terlambat lagi esok pagi?

END

Taraaaaa karena lagi suka dengerin lagu WINNER plus lagi suka sama Jiyeon T-Ara,

maka lahirlah FF ini hihi

Pairingnya absurd emang aku asal comot aja soalnya XD

But still, mind to review?

Gomawo 🙂

Iklan

4 pemikiran pada “[Ficlet] School Punishment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s