Love Melody

cover love melody

Title : Love Melody | Scriptwriter : Songhyun

Main Cast : Lay EXO as Yi Xing and You

Genre  : Romance, Fluff | Duration : Vignette | Rating : PG-15

.

Setiap orang mencintai dengan cara yang berbeda

dan inilah cara Yi Xing mencintaimu

.

 

Love Melody

 

“Apa kau benar-benar mencintaiku?”

Yi Xing yang sedang sibuk dengan gitarnya berhenti sesaat begitu mendengar pertanyaanku tadi. Aku tahu, barusan aku sudah bertanya dengan mendadak dan itu mungkin membuatnya sedikit terkejut. Saat ini aku sedang menemaninya membuat lagu lalu tiba-tiba melayangkan sebuah pertanyaan yang tak terduga. Jadi bisa ku maklumi kalau sekarang Yi Xing seolah membeku untuk beberapa detik.

“Tentu saja,” jawabnya kemudian sambil tersenyum.

Aku melipat kedua tangan di depan dada. Ku tatap sosok Yi Xing penuh sangsi. Sementara sosok yang menjadi fokus utama perhatianku itu sepertinya sama sekali tak menyadari keresahan yang saat ini menggangguku. Ia melanjutkan kegiatannya kembali, memetik gitar, mencari nada-nada untuk lagu barunya.

“Kau yakin?” tanyaku penuh selidik.

Lagi-lagi Yi Xing menghentikan petikan gitarnya. Kali ini ia menyempatkan diri untuk menoleh ke kiri dan balik menatapku. Sebuah senyum ia lemparkan untukku. “Ne,” katanya singkat.

Aku menyandarkan punggung ke sofa sambil sedikit memalingkan wajah darinya. Terkadang, aku bingung harus seperti apa menyikapi Yi Xing. Pria itu sangat baik, pendiam, dan lembut. Harus ku akui, itulah tiga poin utama yang sudah membuatku tertarik padanya. Tapi pada saat tertentu, justru tiga hal tadi yang malah menjadikanku sedikit kesal. Contohnya saja, sekarang ini.

Ketika kekasihmu secara tiba-tiba mempertanyakan perasaanmu padanya, maka kau seharusnya merasa cemas karena perbuatan tadi merupakan pertanda bahwa kekasihmu itu meragukanmu. Maka hal yang harus kau lakukan adalah berusaha meyakinkan kekasihmu bahwa kau sangat mencintainya. Tapi lihatlah apa yang seorang Yi Xing lakukan sekarang. Ia hanya menjawab dengan pendek “tentu saja”, “ne”. Biar ku beritahu, kau sebaiknya jangan pernah meniru apa yang sudah dilakukan Yi Xing. Karena itu justru akan meningkatkan keraguan pasanganmu. Kenapa aku tahu? Mudah saja, karena itulah yang kurasakan saat ini.

“Tapi, kenapa kau sangat jarang mengungkapkan perasaanmu? Kenapa kau tak pernah lagi mengatakan bahwa kau mencintaiku?” aku kembali bertanya.

Alasan kenapa aku meragukan Yi Xing karena dia sangat jarang sekali mengatakan kata-kata semacam “I love you”, “saranghae” atau kata-kata lain yang sejenis dengan itu. Baiklah, itu semua memang hanya sekedar kata yang belum tentu memiliki makna apapun. Aku bisa mengatakannya kepada siapa saja tanpa perlu memiliki perasaan pada orang itu. Tapi bukankah akan menyenangkan jika orang yang kau cintai dan juga mencintaimu mengatakan hal itu padamu? Seolah orang itu sudah berhasil memberikan makna pada sesuatu yang awalnya tak memiliki arti apapun. Karena serangkaian huruf tak bernilai itu akan memiliki nilai yang tak terhingga jika dikatakan oleh orang yang tepat.

Yi Xing terlihat menerawang. “Benarkah? Ku pikir aku sudah sangat sering melakukannya,” ujarnya.

Aniyo, kau hanya melakukannya lima kali. Pertama, saat kau menyatakan perasaanmu padaku. Kedua, saat aku tak mengizinkanmu debut sebagai personel band karena takut akan ada banyak wanita yang mengincarmu lalu kau mengucapkan kata-kata itu untuk meyakinkanku bahwa kau tak akan tergoda oleh wanita manapun. Ketiga, hari keseratus kita sebagai pasangan kekasih. Keempat, saat aku berulang tahun. Dan yang terakhir, hari natal kemarin.”

Aku mengangkat tangan kananku dan membukanya lebar-lebar, menunjukkan kelima jariku pada Yi Xing. Lihat, bahkan sebelah tangan saja sudah cukup untuk menghitungnya.

Yi Xing tertawa kecil. Matanya kini hanya terlihat seperti sebuah garis lengkung. Lesung pipinya terbentuk dengan jelas, menambah kesan manis pada wajahnya.

Selama beberapa detik aku teralihkan oleh pesona pria itu. Namun aku segera tersadar lalu menunggu untuk melihat apa yang akan dilakukan Yi Xing selanjutnya. Aku kira dia akan menambahkan rekornya saat ini juga. Tapi di luar dugaan, pria itu malah mengambil bolpoin dan buku lagunya yang ada di atas meja lalu terlihat mencoret dan menulis sesuatu. Bisa ku tebak, ia sedang menyunting lirik lagu yang akan dibuatnya. Rupanya untuk Yi Xing si anggota band XOXO, sebuah lagu jauh lebih menarik ketimbang seorang kekasih yang tengah merajuk.

“Baekhyun, vocalist di bandmu itu, setiap akhir penampilan dia selalu membuat hati dengan tangannya lalu meneriakkan kata ‘saranghae’. Orang-orang mengira itu untuk fans tapi aku yakin ia melakukannya untuk pasangannya. Sayang sekali posisimu adalah sebagai gitarist, akan sulit bagimu untuk melakukan hal-hal semacam itu. Jadi tenang saja, aku tak akan memintamu untuk melakukannya.”

Aku mulai berceloteh ria dengan sedikit menyindir Yi Xing tentunya. Melalui sudut mataku, aku melihat bahwa saat ini Yi Xing masih asyik menulis di buku lagunya. Meski wajahnya menunduk tapi masih bisa terlihat bahwa ia tengah tersenyum. Oh lihat, rupanya ia sangat senang dengan lirik lagunya itu sampai-sampai tak menghiraukanku yang terus meracau.

“Eh iya, kau ingat kan dengan Jun Hee? Tetanggaku, guru TK yang bertunangan dengan Kyungsoo, salah satu chef di restoran favorit kita?” aku bertanya untuk memastikan bahwa Yi Xing masih mendengarkanku. Awas saja jika ternyata tidak mendengar. Aku masih bisa terima meski dia terus bermesraan dengan buku lagunya saat kami tengah bersama. Tapi jika dia sampai tak mendengarkanku sama sekali, aku tak bisa membiarkannya begitu saja.

“Aku ingat, ada apa dengannya? Apa mereka akan segera menikah?” tanya Yi Xing, masih tetap berkutat dengan alat tulisnya.

Setidaknya telinga pria itu masih terpasang dengan baik untukku. Jadi aku akan berbaik hati dan mengurungkan niat untuk membakar habis buku lagu milik Yi Xing sampai menjadi abu.

“Ya, mereka akan menikah awal bulan depan.  Mereka makin mesra saja sekarang. Kyungsoo selalu mengantar jemput Jun Hee setiap pergi mengajar. Terkadang aku bisa mendengar percakapan romantis mereka. Jun Hee benar-benar beruntung. Setiap hari ia bisa bertemu dengan kekasihnya dan mendengar kata-kata cinta untuknya. Ah, aku benar-benar iri padanya.”

Aku mengakhiri ceritaku dengan menekankan kata iri disana. Aku sedikit melirik ke kanan untuk mengamati reaksi Yi Xing begitu mendengar ceritaku barusan. Dan ternyata saat ini ia tengah tersenyum dengan puas. Tunggu, dengan puas? Apa dia merasa sangat bangga sudah membuatku iri pada tetanggaku sendiri?

Kali ini aku tak bisa bersabar lagi. Maka ku putuskan untuk menjalankan rencana jahat yang sudah ku buat. Dan sayangnya, aku harus kembali mengurungkan niat tersebut karena sebelum aku merebut bukunya Yi Xing sudah terlebih dahulu menyerahkannya padaku.

“Coba baca ini,” Yi Xing memberikan buku lagunya. Dari wajahnya ia terlihat begitu senang dan mau tak mau itu membuatku penasaran. Nah, mari kita lihat apa yang sudah pria ini tulis dengan serius sampai harus mengabaikan kekasihnya sendiri.

Terlihat barisan kalimat yang ditulis rapi dan sangat ku kenali sebagai tulisan tangan Yi Xing. Sebuah syair dalam bahasa Inggris yang berjumlah tiga bait.

Even when my mouth is close

My soul already shout out

That i love you

I really love you

 

If you want to take a look

My eyes already say it

That i love you

I really love you

I can’t say it normally

So i say it with a song

Please, listen to it, baby

Cause this song is made for you

Aku memandang Yi Xing penuh tanya. Lirik lagu yang ia tulis sudah ku baca sampai selesai dan aku merasa bahwa itu merupakan tanggapan Yi Xing atas berbagai pertanyaan dan pernyataan yang sudah ku lontarkan.

Yi Xing kembali tersenyum, kali ini jauh lebih manis dari sebelumnya. “Aku baru membuat liriknya tadi, tapi ku rasa aku akan bisa menyelesaikannya dengan cepat. Setelah lagu ini selesai, maka itu akan menjadi salah satu dari sekian lagu yang ku ciptakan untukmu,” ujar Yi Xing mantap. “Kau salah besar jika mengatakan bahwa aku hanya lima kali mengucapkan kata cinta padamu. Aku sudah mengatakannya berulang-ulang lewat semua lagu yang ku ciptakan. Aku pikir jika hanya mengatakannya begitu saja rasanya kurang berarti. Maka aku mengungkapkannya lewat lagu, sehingga kata-kata itu menjadi jauh lebih indah.”

Setelah merampungkan kalimatnya, Yi Xing memasangkan sebuah headphone padaku. Alunan melodi lagu menerpa gendang telingaku segera setelah headphone itu terpasang. Aku kenal lagu ini. Salah satu lagu band XOXO yang diciptakan oleh Yi Xing. Ternyata liriknya begitu manis. Sebelumnya aku tak pernah begitu mencermati lagu ini. Mungkin karena Baekhyun yang menyanyikannya aku jadi merasa seolah lagu ini menyampaikan perasaan Baekhyun. Aku hampir melupakan fakta bahwa setiap kata dalam lagu tersebut dirangkai oleh Yi Xing. Jadi sebenarnya, perasaan Yi Xinglah yang tercurah di sana.

Sekarang Yi Xing sudah kembali berkutat dengan gitar dan buku lagunya. Namun kali ini aku membiarkannya. Aku masih ingat dengan kalimat yang Yi Xing bisikkan padaku ketika ia memasangkan headphone tadi.

“Setiap orang mencintai dengan cara yang berbeda dan inilah caraku mencintaimu.”

Aku tersenyum memandang Yi Xing. Aku paham sekarang. Ia tidak hanya sekedar menulis lagu. Yi Xing sedang berbicara, mengungkapkan segenap perasaannya padaku. Aku beringsut mendekati Yi Xing lalu menyandarkan kepala pada bahunya.

“Terimakasih, Yi Xing. Terimakasih sudah mencintaiku dengan cara yang indah.”

.

END

.

Pertama-tama terimakasih untuk yang sudah membaca ff ini 🙂 Komentar, kritik, dan saran sangat ditunggu

Saya selaku scriptwriter ingin sedikit bercerita tentang cast di ff ini. Main cast prianya Yi Xing karena rasanya cocok aja sih, pendiem, jago main gitar, bisa bikin lagu, Lay banget lah 😀 Coba bayangkan kalo main castnya Sehun, nanti lirik lagunya bukan romantis tapi malah dipenuhi kosa kata aneh semacam “yehet” dan “ohorat” XD

Oh iya, tentang lirik lagu yang dibikin Yi Xing, sorry kalo ga romantis karena itu liriknya bikinan saya sendiri hehe

Tentang Baekhyun yang selalu membuat bentuk hati dan berteriak “saranghae” setiap akhir penampilan, saya tekankan itu hanya FIKSI. Takutnya nanti malah timbul gosip dan fitnah berkaitan dengan Baekhyun -_-

Lalu Kyungsoo sama Jun Hee tunangan, *lho kok bisa?*. Itu ada di ff saya sebelumnya yang dipublish disini juga judulnya “A Box of Memories” *promosi hehe*

Dan terakhir kenapa main cast cewenya “you”, karena saya ga dapet pencerahan si Yi Xing mau dipairing sama siapa. Saya coba cari referensi, rata-rata pake other cast. Makanya saya pake “you” aja, yaaa hitung-hitung memberi kesempatan bagi para reader untuk membayangkan bagaimana rasanya menjadi kekasih Yi Xing haha

Well, sekian dari saya. Terimakasih.

Iklan

4 pemikiran pada “Love Melody

  1. yah emang cara mengungkapkan perasaan itu pasti berbeda-beda, dan dengan cara yixing nulis lagu dia secara tidak langsung udh ngungkapin tntang perasaannya ^.^ suka ceritanya 😀 semangat buat nulis ff lainnya 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s