[Ficlet] Autumn Dusk

cover Autumn Dusk

Title : Autumn Dusk | Scriptwriter : Songhyun

Main Cast : Jung Eunji A-PINK as Eunji | Byun Baekhyun EXO as Baekhyun

Genre             : Drama, Sad

Duration : Ficlet | Rating : PG-15

.

“Apa kau pikir hubungan yang diawali dengan buruk bisa memiliki akhir yang bahagia?”

.

Autumn Dusk

Senja di musim gugur bukan hal yang buruk untuk dinikmati. Duduk di dalam cafe pinggir jalan dan memesan secangkir coklat panas sambil memandangi daun yang berguguran merupakan cara terbaik Eunji untuk menghabiskan waktu itu. Setiap kali melakukannya, ia merasa jiwanya begitu hangat dan damai.

Namun sepertinya angin sore ini lebih dingin dari biasanya. Sekalipun ia tengah duduk di dalam cafe dengan secangkir cokelat panas yang terhidang di hadapannya, tubuh gadis itu malah gemetar seperti menahan kedinginan.

Di seberang Eunji, seorang pemuda duduk dengan keadaan yang tak jauh berbeda. Desahan napas berat telah berkali-kali keluar darinya. Terkadang mulut pemuda itu terbuka seolah hendak berbicara, namun tak ada satu pun kata yang ia lontarkan.

“Baekhyun, kita harus mengakhiri hubungan ini,”

Rentetan kata yang mengalun dari bibir Eunji telah menyelamatkan keduanya dari belenggu kesunyian meski kemudian melempar mereka pada kenyataan yang lebih menyesakkan.

Baekhyun terdiam. Ia sibuk menenangkan diri dari kata perpisahan yang tiba-tiba saja datang menyerangnya. Sedikit pun ia tak menyangka jika tujuan Eunji mengajaknya kemari adalah untuk memutuskan benang merah yang sedang mereka jalin.

“Tapi, aku. . .”

“Aku mencintaimu, Baekhyun” Eunji memotong dengan cepat. Ia menghela napas lalu melanjutkan kalimatnya dengan lebih tenang, “Hanya saja, aku tak bisa mengatasi rasa bersalah yang selalu datang saat aku bersamamu.”

“Kau tidak melakukan kesalahan apapun, Eunji. Kau tidak bersalah,” seru Baekhyun.

“Lantas siapa yang salah? Bomi?” Eunji bertanya dengan suara bergetar.

Nama itu sudah cukup untuk memukul Baekhyun dengan telak dan membuat tenggorokannya tercekat. Semua kata dalam benaknya yang sudah ia susun sedemikian rupa untuk membuat Eunji mengurungkan keinginannya, berubah tak beraturan begitu ia mendengar nama itu disebut.

Mata Eunji memanas. Pelupuk matanya mulai digenangi air mata. Perasaan bersalah menghujam benaknya semakin dalam. Sejujurnya, Eunji benci dengan kenyataan bahwa ia sudah membuat kesalahan. Selama ini ia selalu mencari pembenaran atas dirinya, namun tak pernah ada alasan yang membuatnya tenang. Memutuskan untuk bersama dengan orang yang ia cintai memang tidak bisa disebut sebagai tindakan yang salah. Tapi kasusnya menjadi berbeda mengingat Baekhyun adalah kekasih dari sahabatnya sendiri. Jika Baekhyun tetap bersikeras mengatakan bahwa Eunji tak bersalah lalu siapa yang sudah melakukan hal yang keliru? Apa kesalahan Baekhyun karena ia menyatakan perasaannya pada Eunji di saat pemuda itu tengah menjalin hubungan dengan gadis lain? Atau malah Bomi yang salah karena sudah mengenalkan mereka berdua?

“Eunji, mencintai seseorang bukanlah kesalahan,” ujar Baekhyun.

Baekhyun benar. Mencintai seseorang memang bukan hal yang salah. Tapi terkadang, itu membuatmu melakukan kesalahan. Dan itulah yang tengah terjadi pada Eunji. Kenyataan bahwa dirinya jatuh cinta pada Baekhyun bukanlah kesalahan. Namun tindakannya yang telah mengkhianati Bomi, tak bisa disangkal lagi merupakan perbuatan yang tidak bisa dibenarkan.

Eunji menarik napas dalam lalu kembali berbicara, “Tapi kita memulainya dengan cara yang salah. Hubungan kita diawali dengan pengkhianatan. Kau mengkhianati kekasihmu dan aku mengkhianati sahabatku. Apa kau pikir hubungan yang diawali dengan buruk bisa memiliki akhir yang bahagia?”

Lagi-lagi, uraian Eunji memaksa Baekhyun untuk mengatupkan bibir. Ia benar-benar tak tahu harus berkata apa. Di satu sisi ia ingin bersama dengan Eunji, namun tak bisa ia pungkiri bahwa di sisi lain ia juga terhimpit oleh perasaan bersalah terhadap Bomi.

“Baekhyun, anggap saja bahwa kau secara kebetulan menemukan sebuah rumah tak berpenghuni tepat saat kau sedang merasa jenuh. Kemudian kau singgah disana untuk melepas penat yang membebani langkahmu dan setelah merasa lebih baik kau bisa melanjutkan perjalananmu kembali tanpa perlu menoleh ke belakang sekali pun.”

Eunji menghentikan perkataannya dan beralih pada tangan Baekhyun yang sedang memainkan ujung cangkir dengan gusar. Dengan yakin, Eunji menggenggam kedua tangan Baekhyun penuh kelembutan. Ini mungkin akan jadi kesempatan terakhirnya untuk menggenggam tangan Baekhyun sebagai seorang kekasih.

“Aku rasa, kau sudah singgah cukup lama. Sekarang sudah saatnya bagimu untuk kembali. Kau. . .lanjutkan perjalanmu yang sempat tertunda. Kembalilah pada Bomi dan teruskan kisah kalian. Lupakan aku dan anggap tak pernah terjalin hubungan apapun di antara kita. Kau tak perlu menyalahkan dirimu sendiri dan tak usah mempedulikanku lagi. Aku akan baik-baik saja dan menemukan kebahagiaanku sendiri. Begitu pun denganmu, berbahagialah dengan Bomi.”

Eunji menatap kedua mata Baekhyun lekat-lekat. Ia masih bisa melihat pantulan bayangan dirinya meski terlihat samar karena air mata yang mulai menggenang di mata Baekhyun. Eunji mengusap tangan Baekhyun lalu menghadiahkan sebuah senyuman untuk pemuda itu, semata-mata untuk menenangkan Baekhyun dan meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja.

“Berbahagia dengan jalan kita masing-masing, itulah hal paling benar yang harus kita lakukan mulai saat ini.”

Eunji masih tersenyum meski bulir air mata sudah tak sabar untuk meluncur turun dari pelupuk matanya. Susah payah Eunji berusaha untuk menahannya karena ia tak ingin memberatkan Baekhyun. Ia ingin agar perpisahan mereka tidak menyisakan beban bagi keduanya.

Perlahan, Eunji mulai melepaskan genggaman tangannya. Tangan Baekhyun sempat menahannya namun Eunji menepiskannya dengan lembut.

“Selamat tinggal, Baekhyun.”

***

Senja di musim gugur tak pernah menjadi saat yang buruk bagi Eunji. Tak hanya mampu menenangkan jiwanya momen itu juga mengajarkan banyak hal. Seperti matahari yang tunduk pada peraturan dan kembali ke peraduan, seperti dedaunan yang perlahan menjadi tua lalu terbawa angin, setiap hal di dunia ini juga memiliki batas waktunya masing-masing. Dan batas waktu untuk kisah Eunji dengan Baekhyun adalah sebuah senja di musim gugur. Cerita itu kini tenggelam bersama dengan mentari yang terlelap. Dan perasaan cinta yang pernah ada, perlahan menguning, rapuh, hingga akhirnya lenyap tertiup angin.

.

END

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s