[Ficlet] This is Love

Title : This is Love | Scriptwriter: Songhyun

Main Cast : Suho EXO as Joon Myun, Chorong A-Pink as Chorong

Genre : Romance, Fluff | Duration : Ficlet | Rating : PG-15

Disclaimer: FF ini pernah dipublish di https://indofanfictkpop.wordpress.com

 

.

Cause I life to love”

.

 

This is Love

 

Banyak yang mengatakan bahwa ketika kita benar-benar mencintai seseorang, maka kita akan rela menyerahkan segala yang kita miliki untuknya, termasuk nyawa sekalipun. Sederhananya, kau akan rela mati demi orang yang kau cintai. Dan perasaan itulah yang saat ini tengah Chorong rasakan.

Chorong mencintai kekasihnya, Joon Myun. Ralat, sangat mencintainya. Namun hal ini justru menjadi masalah karena Chorong tidak yakin bahwa Joon Myun memiliki perasaan yang sama besar dengannya.

Joon Myun bukan pria seperti Romeo yang rela mengakhiri nyawa begitu mengira Juliet, wanita pujaannya mati. Joon Myun juga tidak seperti Luhan -mantan pacar Chorong saat SMA- yang rela menyerahkan jaketnya di saat hujan untuk menjaga agar Chorong tidak kedinginan. Bahkan sekarang, saat Chorong mengungkapkan segala keresahannya terhadap Joon Myun, pria itu sama sekali tidak berusaha untuk meyakinkan dirinya.

Chorong menatap Joon Myun yang sedari tadi hanya diam tanpa berucap sepatah kata pun. Chorong berusaha untuk membaca perasaan Joon Myun dengan menelisik raut wajahnya namun pria itu tetap terlihat tenang seperti biasa. Mungkinkah Joon Myun sama sekali tidak merasa takut akan kehilangan dirinya?

Saat ini Chorong ingin Joon Myun menghapuskan segala keraguannya, mengucapkan beberapa kata yang bisa membuat dirinya yakin bahwa mencintai Joon Myun adalah hal yang tepat. Atau setidaknya, ia ingin melihat Joon Myun menitikkan air mata, sekedar tuk buktikan bahwa pria itu merasakan kehadiran dirinya begitu berharga dan tak ingin kehilangannya. Karena sungguh, Chorong sangat mencintai kekasihnya itu. Ia hanya ingin agar Joon Myun memberikan setidaknya satu alasan untuk membuatnya tetap tinggal dan tetap menjadi kekasih dari pria itu.

“Joon Myun, aku memiliki satu pertanyaan untukmu,” ujar Chorong pada akhirnya. “Jika kita berdua terlempar ke laut lalu hanya ada satu pelampung, apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan memakainya atau memberikannya padaku?”

Baiklah, ini adalah pertanyaan yang klise. Chorong sendiri tahu bahwa pertanyaan tadi hanyalah sebuah pertanyaan yang bodoh. Namun Chorong tak peduli, ia hanya sedang mencari jalan untuk menemukan alasan yang bisa membuatnya mempertahankan Joon Myun.

Joon Myun menghela napasnya sejenak lalu dengan berat ia menjawab pertanyaan Chorong. “Aku akan memakainya.”

Chorong tersenyum miris. Bahkan di saat Joon Myun tahu bahwa pertanyaan itu mungkin opsi terakhir yang bisa membuat hubungan mereka bertahan, Joon Myun sama sekali tidak berusaha untuk berbohong.

Chorong beranjak dari kursinya. Sekarang ia tidak memiliki alasan apapun untuk bertahan di samping Joon Myun. Perlahan ia melewati sisi meja makan dan mulai melewati kursi dimana Joon Myun duduk dengan tegak tanpa menoleh sedikit pun padanya. Chorong berusaha sekuat mungkin untuk tidak memandang wajah Joon Myun karena itu hanya akan membuatnya semakin sakit. Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Chorong, ternyata sekalipun ia tahu bahwa perasaan Joon Myun tak sebanding dengan perasaannya namun tetap saja ia merasa berat untuk benar-benar meninggalkan Joon Myun.

Tinggal selangkah lagi bagi Chorong untuk melewati Joon Myun namun sebuah genggaman pada pergelangan tangannya menghalangi Chorong untuk mengayunkan kaki.

“Apa aku tidak boleh memberikan penjelasan untuk jawabanku tadi?” tanya Joon Myun.

Chorong terdiam. Sejujurnya ia takut jika harus mendengar penuturan Joon Myun berikutnya. Joon Myun adalah seorang yang realistis, untuk orang sepertinya pertanyaan itu mungkin terdengar menggelikan. Dan Chorong takut jika Joon Myun kemudian berterus terang mengatakan itu padanya. Ia takut karena perkataan Joon Myun nanti bisa saja menyakiti perasaannya. Chorong tak mau merasa tersakiti oleh Joon Myun, ia tak ingin mengenang Joon Myun sebagai seorang yang buruk.

“Kau tahu kan, kita berdua, tak ada yang bisa berenang dengan baik. Aku seorang perenang yang buruk dan kau lebih parah lagi. Aku akan memakai pelampung itu, agar aku bisa membantumu dan kita berdua akan selamat. Aku tak akan membiarkanmu memakainya karena aku tak ingin menyusahkanmu. Aku tak ingin melihatmu tersiksa bersusah payah untuk menyelamatkanku. Dan yang lebih utama, jika aku memberikan pelampung itu padamu, aku takut kau akan pergi meninggalkanku.”

Penuturan Joon Myun mengetuk hati Chorong. Ia mengulang setiap kalimat yang tadi ia dengar lalu mencernanya kembali. Maksud dari semua perkataan Joon Myun barusan, mungkinkah . . .

Chorong menoleh pada Joon Myun dan didapatinya pria itu juga tengah menatapnya dengan sebuah senyuman yang terukir indah di wajah. Joon Myun kemudian berdiri, membuat Chorong bisa melihat wajahnya dengan lebih jelas. Joon Myun menggerakkan tangannya menyeka kelopak di bawah mata Chorong yang sudah dipenuhi oleh air mata.

“Maafkan aku, Chorong-ah. Aku bukan seorang yang mencintaimu sampai rela mengorbankan nyawa untukmu. Tapi sungguh, aku mencintaimu.”

Joon Myun menatap kedua bola mata Chorong, melihat bayangan dirinya di sana. Untuk memastikan, bahwa wanita itu sedang benar-benar memperhatikannya.

“Aku mencintaimu dan itu membuatku ingin terus hidup. Aku ingin hidup dengan kau yang selalu ada di sampingku. Aku ingin hidup dengan menghabiskan seluruh waktuku denganmu. Aku ingin hidup, sekarang dan selamanya hanya bersamamu. Aku ingin hidup, untuk mencintaimu.”

Chorong melempar sebuah senyum pada Joon Myun lalu menyerahkan tubuhnya dalam rengkuhan pria itu. Air mata yang sedari tadi ia tahan sekarang meluncur bebas membasahi wajahnya. Chorong benar-benar merasa lega sekarang. Penuturan Joon Myun tadi sudah cukup untuk menepis segala keraguannya. Sekarang ia yakin bahwa Joon Myun juga sangat mencintainya bahkan mungkin lebih besar dari perasaannya pada pria itu.

I love you,” ujar Chorong.

I love you too,” Joon Myun membalas sambil membelai punggung Chorong penuh sayang.

I love you so much,” kata Chorong lagi.

Kali ini Joon Myun tak menjawab. Pria itu hanya mengeratkan pelukannya lalu kemudian mengecup kening Chorong dengan lembut. Tapi tak apa, itu sudah cukup bagi Chorong. Kebenaran tentang perasaan siapa yang lebih besar, bukanlah sesuatu yang perlu diungkap. Selama keduanya saling mencintai, maka semuanya akan baik-baik saja.

***

“The most romantic story isn’t Romeo and Juliet who died together.

But grandpa and grandma who grew old together”

.

END

 

Hohoho akhirnya ff ini selesai juga 😀

Yaaa saya tahu jika pertanyaan tentang pelampung itu konyol, tapi saya ga ada ide lain untuk menggantikan pelampung itu huhu

Oh iya, mohon maaf jika ada typo atau kata-kata yang kurang berkenan. Soalnya ff ini bikinnya dikebut, cuma dalam waktu yang singkat dan ga di edit-edit lagi.

Last but not least, untuk semua yang sudah menyempatkan diri membaca ff ini, gomawo 😀

 

Iklan

3 pemikiran pada “[Ficlet] This is Love

  1. ini sweett bnarbnar sweet eon tentang ide pelampungnya itu keren kok eon suerr
    ffini meski pendek tapi sangat berkesan eon dan aku gak nemuin typo mngkin karna keasikan baca kali hehe
    gomawo eon atas ff surong couplenya dan aku akan menunggu karya mu yg lain fighting hehe♥

    Suka

  2. Susah bgt nyari ff surong

    Banyakkan chohan, pdhl awalnya couple di exopink surong

    Btw, suka sama ide pelampung,, jd lbh mendalami aja kan sbnrnya feel junmen sama rongma gimana sbnrnya and they are falling in love each the others 😘😘😘😘

    Anyway, salam kenal ya buat author nya

    Risa imnida, 88lines 😁😁

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s